Facebooktwitterredditpinterestlinkedinmail

Di zaman yang super canggih ini, hampir semua orangtua memiliki smartphone, laptop atau tablet. Memang tidak dapat dipungkiri kalau gadget memiliki banyak fitur yang dapat dimanfaatkan untuk anak untuk bermain atau belajar. Namun kebanyakan anak hanya menfaatkan gadget untuk bermain bukan untuk belajar. Gadget memiliki efek negatif jika digunakan anak untuk bermain secara berlebihan apalagi jika kurangnya pengawasan yang konsisten dari orangtua. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh The American Academy of Pediatrics and the Canadian Society of Pediatrics, anak usia 0-2 tahun tidak seharusnya untuk terpapar oleh gadget dan perlu adanya larangan untuk menggunakan gadget secara terus menerus pada anak dibawah usia 12 tahun.

Cris Rowan, dokter anak asal Amerika Serikat juga memaparkan hasil penelitiannya yang menunjukkan dampak negatif yang diterima anak saat menggunakan gadget secara berlebihan seperti hambatan dalam perkembangan, gangguan kognitif pada otak anak, obesitas, penyakit mental, sulit berinteraksi dengan lingkungan, sulit berkonsentrasi, adiksi dan radiasi. Sebagai orangtua tentu kita harus menimalisasi keadaan tersebut, bukan?

Sebenarnya ada alat stimulasi penting yang lebih istimewa untuk merangsang perkembangan anak. Yap, buku adalah jawabannya. Buku dapat meningkatkan potensi belajar sepanjang hidup pada anak. Dengan buku, anak akan mendapatkan informasi secara runut dan tentu anak lebih fokus untuk mempelajari ilmu baru dibandingkan dengan menggunakan gadget. Daripada buku-buku anak hanya terpajang di rumah, yuk ambil kembali dan “dekatkan” dengan anak. Berikut adalah tipsnya:

  1. Berikan buku yang menarik dan sesuai dengan usia anak

Untuk menumbuhkan minat baca pada anak sejak dini berikanlah buku yang menarik perhatiannya seperti buku yang memiliki bunyi-bunyian, warna-warna yang cerah, gambar yang lucu dan aktivitas permainan di dalamnya. Tidak hanya konten buku yang harus sesuai dengan usia anak tapi pemilihan bentuk dan bahan buku juga harus dijadikan pertimbangan. Berikanlah buku yang memiliki ukuran kecil sehingga mudah di genggam anak. Dari segi bahan, pilihlah buku yang memiliki kertas yang tidak mudah robek, tebal dan anti air. Untuk anak batita (bawah tiga tahun) pun saat ini sudah banyak buku-buku yang menggunakan bahan dasar kain kanvas yang lunak dan lembut. Tentu ini sangat aman untuk anak, jadi orangtua tidak perlu khawatir lagi.

 

  1. Berikan buku yang terdapat unsur kesukaan anak

Berilah buku yang terdapat gambar kesukaan, tokoh kartun favorit, tokoh binatang favorit, warna favorit atau binatang favorit anak. Adanya unsur kesukaan anak ini akan membuat anak lebih mudah membaca dengan kemauannya sendiri tanpa beban paksaan orangtua.

 

  1. Buat jadwal membaca buku di rumah secara konsisten

Ala bisa karena biasa. Jika orangtua menginginkan anak tumbuh menjadi cerdas, jadwalkanlah anak untuk membaca buku setiap hari di rumah. Bebaskan anak untuk memilih buku apa yang ia baca pada hari itu. Banyaknya buku pun tergantung dari kemampuan anak, ya. Jadi, jangan terlalu dipaksakan jika anak sudah mulai lelah.

 

  1. Ajak anak membaca buku bersama

Duduklah bersama atau pangku anak untuk membaca buku bersama. Orangtua bisa mendongeng buku cerita yang dipilih oleh anak. Jika anak sudah bisa diajak berkomunikasi, buatlah tanya jawab singkat tentang cerita atau nilai moral yang yang dapat dipelajari dari buku yang dibaca. Kegiatan ini akan menambah ilmu pengetahuan baru, melatih daya ingat/konsentrasi anak serta memperkuat hubungan antara anak dan orangtua.

 

  1. Biarkan anak memilih bukunya sendiri

Membiarkan anak untuk memilih buku yang akan ia baca itu penting, lho. Hal ini dilakukan agar anak mau membaca atas keinginannya sendiri dan bukan karena paksaan. Apresiasi kemauan anak untuk membaca dengan penguatan-penguatan positif agar ia merasa dihargai.

 

  1. Buat kegiatan membaca buku mejadi lebih menyenangkan

Jika anak kurang tertarik untuk membaca buku orangtua dapat mengimprovisasi keadaan agar anak tetap semangat membaca. Misalnya dengan membacakan dongeng sambil menggunakan puppet, bermain peran atau aktivitas lain yang anak suka.

 

  1. Menjadi contoh yang baik untuk anak

Sebagai orangtua, kita pun tidak lantas untuk menyuruh anak untuk rajin membaca buku sedangkan kita hanya duduk manis dengan gadget di tangan. Ingat, anak adalah peniru yang baik.  Mulailah untuk memberikan contoh yang baik dengan membaca buku, koran atau majalah di depan anak sehingga ia akan menirunya.

 

Penulis: Amelia Ajrina, S.Psi

Facebooktwitterredditpinterestlinkedinmail