Facebooktwitterredditpinterestlinkedinmail

Marak terdengar kejadian-kejadian tawuran, bullying, kehamilan remaja, kecanduan games, dan bahkan begal. Beberapa kesamaan terlihat dari keseluruhan kejadian tersebut. Dua diantaranya adalah dilakukan individu yang tergolong berusia remaja atau dewasa muda dan cenderung diawali oleh perilaku coba-coba / mengisi waktu luang.

Waktu luang awalnya didefinisikan sebagai waktu diantara aktivitas rutin harian yang dimiliki untuk melakukan hal-hal yang diminati. Waktu luang ini sudah dimiliki sejak anak baru dilahirkan. Ketika anak baru lahir, waktu luangnya adalah waktu diantara dua jadwal menyusui dan diluar waktu bebersih diri. Ketika anak berada diusia pra sekolah, waktu luangnya adalah waktu diantara waktu makan, mandi, tidur pagi serta tidur siang. Ketika anak berada diusia sekolah, waktu luangnya adalah waktu diantara sekolah, makan, mandi, dan tidur siang.

Diusia yang dini, orangtua seringkali membantu anak untuk mengisi waktu luangnya dengan cara memilihkan aktivitas bermain yang bermanfaat untuk anak, menonton film edukatif, atau bahkan mengajak anak ikut serta kegiatan harian orangtua. Seiring dengan makin ragunya orangtua atas keamanan lingkungan, maka kesempatan anak untuk bermain diluar rumah bersama teman-temannya pun semakin sempit. Di kota besar seperti Jakarta sudah mulai jarang terlihat anak usia sekolah bermain bersama temannya diluar rumah dengan pengawasan orangtua yang minim. Padahal ketrampilan memilih memanfaatkan waktu luang diusia dini tersebut berpengaruh pada kemampuan anak memanfaatkan waktu luangnya di usia remaja.

Jika sejak usia dini, anak diberikan kebebasan dan pengawasan untuk beraktivitas sesuai dengan yang ia inginkan bersama teman-temannya dan dalam jarak pengawasan tertentu, diharapkan anak akan mahir memilah kegiatan atau permainan apa yang ia sukai dan bermanfaat bagi dirinya. Anak akan paham bagaimana bermain dengan aman dan bagaimana cara memilih ajakan teman yang seperti apa yang sebaiknya ditolak.

Ada pepatah yang menyebutkan bahwasanya lebih baik mencegah daripada mengobati. Pelaku begal yg meninggal dihukum masa tidak bisa dihidupkan kembali. Anak-anak yang meninggal setelah terlibat tawuran tidak bisa dibuat bernafas kembali. Namun anak-anak kita yang masih dini dan berada disekolah dasar dapat kita cegah terlibat dalam situasi yang sama dengan cara meningkatkan ketrampilan mereka memanfaatkan waktu luang yang ada.

Bagaimana cara melatih anak agar dapat memiliki ketrampilan yang memadai dalam mengisi waktu luang?

1. Berikan contoh

Jika anda ingin anak anda membaca saat disaat waktu luangnya, maka anda biasakan mengisi waktu luang anda dengan membaca buku/majalah/koran disekitarnya.

2. Sediakan waktu berlatih

Ketika anda ingin anak anda mengisi waktu luang dengan cara bermain dengan teman-temannya tanpa bersentuhan dengan televisi atau gadget, maka sediakan waktu bagi anak untuk melakukan apa yang anda harapkan. Jika anda tinggal di apartment bisa dicoba dengan cara rutin bermain ke taman dan berikan waktu dan kebebasan baginya untuk bereksplorasi dan berkenala dengan teman-teman seusianya di taman.

3. Lakukan dengan rutin

Rutin dan konsisten adalah kunci keberhasilan. Anak akan terampil memanfaatkan waktu luangnya dengan efektif ketika orangtua rutin memaparkan anak pada kesempatan memilih aktivitas atau permainan yang ia sukai untuk mengisi waktu luangnya.

4. Pastikan keamanan anak

Latihan mengisi waktu luang biasanya melibatkan pemberian jarak antara anak yang sedang beraktivitas dan orangtua atau pengasuh yang menemani. Oleh karena itu pastikan anak bermain diarea aman dan dalam jangkauan orangtua/pengasuh.

5. Evaluasi hasil yang ada

Setiap selesai memanfaatkan waktu luang, orangtua/pengasuh sebaiknya mengevalusi proses yang terjadi. Beberapa hal yang perlu dievalusi adalah apakah anak bahagia dengan pilihan kegiatannya? Apakah anak bisa bermain bersama teman-temannya? Apakah tempat aktivitas yang dipilih merupakan tempat yang aman untuk melatih kemandirian anak dengan cara sesekali hilang dari pandangan anak? Dan lain sebagainya.

Jika anak memiliki ketrampilan mengisi waktu luang dengan efektif sejak anak-anak, maka diharapkan anak akan menjadi individu yang mandiri dan penuh tangung jawab saat mengisi waktu luangnya di usia remaja dan dewasa.

Semangat berlatih, Parents..:*

Facebooktwitterredditpinterestlinkedinmail