Facebooktwitterredditpinterestlinkedinmail

Ayah bunda tentunya sudah familiar dengan istilah autis bukan.Namun, apa sih sebenarnya autis itu ?

Autis sendiri adalah suatu gangguan perkembangan pada seseorang terutama gangguan dalam komunikasi, sosialisasi dan kemampuan berbahasa. Autis dapat di deteksi ketika anak berumur 18 bulan atau lebih awal. Oleh karena itu, sebagai orang tua wajib sepenuhnya memperhatikan perkembangan sang anak. Jangan sampai ketika anak sudah dewasa baru mengetahui anaknya mengalami gangguan perkembangan tersebut. Karena jika terlambat mendapatkan penanganan mengakibatkan gangguan pada tahapan selanjutnya.

Secara umum seperti yang telah disampaikan sebelumnya, gejala gangguan autis pada anak diantarnya terdapat gangguan interaksi, komunikasi dan bahasa. Selain itu, gejala autis juga bisa terlihat pada perilaku yang berulang, seperti berputar – putar atau menyakiti diri sendiri seperti menggigit dan memukul kepala. Dimana biasanya perilaku ini muncul ketika sang anak menginginkan sesuatu namun tidak di dapat olehnya atau karena adanya ransangan sensori yang terjadi pada tubuhnya seperti rasa tidak nyaman atau bingung dalam situasi yang ada.

Untuk tahapan awal mengenal gejala autis adalah keterlambatan tumbuh kembang sang anak dimulai dari penyususunan kata – kata yang dimiliki, kontak mata yang buruk, tidak ada respon ketika di panggil namanya, bermain dalam dunianya sendiri tanpa menghiraukan lingkungnannya. Gejala awal ini mesti diperhatikan oleh orang tua agar ketika terjadi, orang tua bisa melakukan tindakan – tindakan yang mampu mengurangi gangguan pada sang anak.

Penyebab mengapa anak mengalami gangguan autis sampai saat ini masih dalam penelitian namun banyak para ilmuwan mengataan bahwa autis terjadi karena kombinasi berbagai faktor seperti faktor genetik dan faktor lingkungan. Menurut National Institute of Health, keluarga yang memiliki satu anak autis memiliki peluang 1 – 20 kali lebih besar untuk melahirkan anak yang juga autis. Bayi yang terpapar dalam obat – obatan tertentu dalam kandungan memiliki resiko lebih besar mengalami autism. Seperti obat thalidomide yang dianggap sebagai obat anti kecemasan, mengatasi gejala mual dan muntah selama kehamilan.

Sangat sedikit bukti yang menunjukkan anak autis bisa disembuhkan , namun ada beberapa cara yang bisa dilakukan ayah bunda untuk mencegah anak terlahir dengan ganguan autis atau saat masih bayi sebagai berikut:

  1. Pengunaan asam folat selama kehamilan dapat mengurangi resiko autism
  2. Hindari alkohol, rokok dan obat – obatan
  3. Memberikan ASI pada bayi
  4. Membatasi konsumsi gluten dan kasein
  5. Makan makanan organik

Semoga bermanfaat 🙂

Penulis : Dicky Age Tresna, S.Pd

picture by: https://www.northwell.edu/sites/northwell/files/styles/news_large/public/behavioral%20health/news/GettyImages-460713369.jpg?itok=m1RH1bN4

Facebooktwitterredditpinterestlinkedinmail