Facebooktwitterredditpinterestlinkedinmail

Interaksi antara anak dengan orang lain merupakan hal yang krusial dalam perkembangan anak, namun di sisi lain, anak juga membutuhkan waktu untuk sendiri (me-time). Saat usianya memasuki 8 bulan, pada umumnya bayi sudah mampu mempersepsikan dirinya sebagai individu yang bebas dan terpisah dari orang lain. Orang tua bisa mulai melatih kemandiriannya melalui aktivitas independent play.

Independent play tidak berarti menempatkan anak sendirian dalam suatu ruangan kemudian meninggalkannya tanpa pengawasan. Independent playtime merupakan waktu yang diberikan oleh orang tua kepada anak untuk beraktivitas secara mandiri dalam ruangan atau area yang aman, dan anak melakukan aktivitas secara mandiri selama periode waktu yang telah ditentukan oleh orang tua. Saat anak melakukan independent play, orang tua dianjurkan untuk tetap memantau mereka dari kejauhan, misalnya dengan mengintip melalui celah pintu atau menggunakan cctv di ruangan. Orang tua tidak dianjurkan untuk meninggalkan anak sepenuhnya atau tidak memantau aktivitas yang dilakukan anak dalam periode waktu yang lama.

Ada banyak manfaat yang bisa diraih dengan menerapkan independent play pada anak, salah satunya adalah kemandirian. Anak yang terlatih melakukan independent play akan belajar untuk menikmati waktu dengan diri sendiri. Mereka terlatih untuk tidak menggantungkan kebahagiaan pada orang lain. Ketika mereka semakin besar, mereka sudah memahami bahwa tidak selamanya orang lain akan ada disamping mereka. Hal tersebut bisa menumbuhkan kepercayaan diri serta mendorong mereka untuk menjadi pribadi yang mandiri. Dengan independent play, orang tua juga bisa membantu anak menumbuhkan kemandirian sosial. Kemandirian sosial akan membantu anak bisa tetap merasa nyaman dan terlatih untuk beradaptasi dengan berbagai situasi.

Independent play juga bisa melatih anak untuk kreatif dan mengembangkan kemampuan problem solving-nya. Independent play memungkinkan anak untuk memainkan objek dengan caranya sendiri dan tanpa arahan atau interupsi dari orang lain.  Adanya tantangan yang harus dihadapi selama aktivitas independent play juga bisa mendorong anak untuk berpikir mengenai strategi penyelesaian masalah dengan caranya sendiri. Penerapan independent play yang rutin bisa membantu anak mengembangkan kemampuan dalam meregulasi emosi, melatih kesabaran dan ketangguhan, serta belajar untuk mengendalikan diri.

Manfaat independent play tidak hanya dirasakan oleh anak, tapi juga orang tua atau caregiver yang merawat anak. Orang tua bisa menyempatkan waktu untuk me-time selama anak melakukan independent play. Me-time menjadi salah satu kebutuhan penting bagi semua orang, baik anak-anak maupun orang dewasa. Orang tua bisa memanfaatkan waktu ini untuk refresh pikiran dan recharge energi. Aktivitas me-time yang dilakukan oleh orang tua juga bisa memberikan contoh yang baik bagi anak, dimana anak bisa melihat bahwa kita tetap bisa menikmati waktu saat sendirian, dan tidak bergantung pada perhatian orang lain sepanjang waktu agar merasa bahagia.

Setelah mengetahui manfaat dari independent play pada perkembangan anak, yuk mulai sekarang latih anak kita untuk menikmati waktu dengan dirinya sendiri!

Penulis: Listiyani Wahyuningsih, M.Psi, Psikolog

Facebooktwitterredditpinterestlinkedinmail