Sensory for kids: Yuk kenalan dengan sistem vestibular!

Facebooktwitterredditpinterestlinkedinmail

Apakah anak ayah bunda sudah pernah bermain perosotan? Apa yang anak rasakan saat meluncur ke dari perosotan? Jawabannya, ada sebagian anak yang merasakan “geli” diperutnya, ada sebagian yang merasa pusing. Ada juga sebagian yang merasa takut karena kecepatan perubahan posisi tubuh, namun ada juga yang merasa senang saat mendapatkan kecepatan perubahan posisi tubuhnya. Kondisi lainnya ada yang punggungnya ikut meluncur saat ia merosot dan ada juga yang merasa tegang di bagian lehernya. Apakah ayah bunda tahu kira-kira ada input / masukan apa yang masuk ke dalam tubuh anak saat bermain perosotan?  ?  Ya, input yang masuk ke dalam tubuh namanya adalah gaya gravitasi.

Semua benda hidup maupun mati termasuk manusia akan selalu bertemu dengan hukum gaya gravitasi. Apa hukum gaya gravitasi ? Hukum gaya gravitasi adalah kondisi dimana setiap benda jatuh karena adanya daya tarikan ke arah pusat bumi. Karena hukum inilah maka manusia bisa merasakan “jatuh” saat ada perubahan posisi dari atas ke bawah. Di alam raya dan tubuh manusia memiliki dan menghasilkan energi. Nah, ternyata tubuh manusia bisa mengatur gaya gravitasi yang dirasakan sehingga manusia bisa menjaga tubuhnya dari “jatuh” dan kemudian melakukan mekanisme “keseimbangan tubuh”.

Menurut hukum gravitasi Newton (bapak penggagas tentang gaya gravitasi) bahwa gaya gravitasi yang bekerja diantara dua benda sebanding dengan massa masing-masing benda dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak kedua benda. Dengan kata lain, sebuah gaya dapat menyebabkan sebuah objek dengan massa tertentu untuk mengubah kecepatannya, termasuk untuk gerak dalam keadaan diam. Oke, belajar hukum gaya graviasinya sampai sini dulu. Yuk kita kenalan dengan pengatur gaya gravitasi yang ada didalam tubuh kita ya.

Pengatur gaya gravitasi pada tubuh manusia bernama indera/sensori vestibular. Bersama-sama dengan sensori proprioseptif (mungkin kata-katanya baru didengar ya) alat reseptor/alat penerimanya berada di organ “dalam” tubuh manusia maka dikenal sebagian orang sebagai sensory tersembunyi (hidden sense). Namun meskipun kedua alatnya tidak terlihat namun bekerja tidak berhenti selama manusia hidup. Reseptor indera vestibular terletak di dalam telinga tengah. Dan ingat, sensori ini juga dikendalikan di otak dimana pusat penerimaan input vestibular terletak di batang otak. Tentu saja di batang otak/thalamus ini juga menerima infromasi dari semua alat sensori manusia.  

Indera vestibular berfungsi menerima informasi dari gaya gravitasi lalu meneruskan informasi tentang posisi kepala dan gaya gravitasi bumi tersebut sehingga manusia dapat memahami posisi tubuh di dalam ruangan, merasakan dan membedakan apakah tubuh yang bergerak atau benda sekitar yang bergerak, memahami arah dan kecepatan tubuh ketika bergerak serta menginformasikan tentang keseimbangan tubuh (balancing). Oh iya, perlu ayah bunda ketahui juga bahwa sensori prorpioseptif, vestibular, dan taktil merupakan alat sensori yang primitif, artinya adalah bahwa ketiga alat sensori ini adalah yang pertama kali tumbuh saat pembentukan otak janin. Dan indera vestibular yang terjadi lebih dulu terbentuk di otak janin saat berada di dalam rahim ibu. Bagaimana sistem vestibular di dalam tubuh manusia? Hal Ini dinamakan center of gravity atau dalam bahasa indonesia disebut titik pusat gravitasi. Titik pusat gravitasi adalah titik keseimbangan imajiner yang terdapat pada semua benda termasuk manusia dan letaknya ada titik tengah benda tersebut. Saat tubuh bertopang pada titik ini artinya dapat diasumsikan bahwa tubuh dalam keadaan stabil karena pembebanan tubuh bagian atas ke bawah terdistribusi secara merata. Sehingga upaya atau tenaga yang dikeluarkan untuk mempertahankan posisi ini tidaklah besar. Saat berdiri tegak, titik pusat gravitasi manusia berada di sekitar tulang punggung bagian bawah yaitu sacrum nomor dua (S2).

Bidang tumpuan (base of support) adalah bidang rekayasa yang menunjukan area dimana tubuh berada dalam posisi paling seimbang dan tidak membutuhkan upaya besar untuk mempertahankan posisinya. Apabila tubuh bagian atas tidak sejajar dengan bidang tumpuan (stabil atau tidak stabil) maka tubuh akan kesulitan menjaga keseimbangan atau center of gravitynya berubah posisinya sehingga tubuh harus menjaga keseimbangan tubuhnya.  Perlu diketahui juga bahwa center of gravity pada tubuh manusia terdapat pada otot-otot inti / core muscle. Perubahan center of gravity dapat mengubah strutuktur postural seseorang, atau sebaliknya. Jika seseorang anak yang memiliki kesulitan memetakan center of gravitynya karena adanya gangguan sensori maka hal tersebut dapat mempengaruhi fungsi tubuhnya dalam mengartikan input vestibular, menjaga keseimbangan saat ada perubahan posisi ataupun menyeimbangan tubuh saat diam seperti duduk. Jika situasinya demikian, bagaimana ya cara agar sistem vestibular di tubuh anak kita membaik? Berikut tipsnya:

  1. Melatih otot-otot inti/ core muscle anak sebagaimana center of gravity berada
  2. Melatih anak melalui permainan dengan input vestibular seperti naik ayunan, naik ketinggian, jungkat jungkit, skateboard, inline skate dan lain-lain
  3. Melatih anak dengan aktivitas/latihan keseimbangan yang disesuaikan dengan kemampuan anak sambil melatih juga koordinasi tubuh dan gerak anak

Penulis: Siti Maulany, S.Psi

Gambar: Ongko, Jansen. 2014. Ftiness Trainer Study Guide. Jakarta: Asosiasi Pelatih Kebugaran Indonesia (APKI).

Facebooktwitterredditpinterestlinkedinmail