Tips Mendampingi Anak dalam Memilih Jurusan Kuliah

rsz_1rsz_1rsz_multiethnic-group-young-cheerful-students-walking.png

Memilih jurusan kuliah merupakan salah satu momen penting dalam proses kehidupan anak. Pada tahap ini anak akan diminta untuk membuat keputusan besar yang akan berpengaruh pada kehidupannya kelak. Hanya saja proses memilih bidang atau jurusan kuliah kerap membuat remaja bingung dalam menentukannya. Pada beberapa anak, mungkin ada yang sudah memiliki kesadaran diri yang baik, sudah mampu mengenali kemampuan dan potensi diri, serta minat atau kesukaannya sehingga dapat membuat pertimbangan dalam pemilihan jurusan kuliah dengan lebih mandiri. Namun pada anak yang belum mampu mengenali kondisi-kondisi yang ada di dalam dirinya, tentu perlu mendapat pendampingan dan bimbingan dari orangtua agar anak dapat menentukan pilihannya dengan bijak. Beberapa kendala yang kerap dialami anak dalam pemilihan jurusan kuliah diantaranya adalah tidak mengetahui ingin menjadi apa, tidak mengetahui bidang yang menjadi minat/kesukannya, sulit memahami kemampuan dan potensi diri, tidak mengetahui jurusan-jurusan bidang keilmuan yang terdapat di perguruan tinggi, memilih jurusan karena ikut-ikutan teman, atau memilih jurusan kuliah karena keterpaksaan dari orang lain di sekitarnya. Oleh sebab itu, peran orangtua sangat penting bagi anak dalam pemilihan jurusan kuliah. Berikut adalah tips yang dapat ayah bunda lakukan dalam mendampingi anak saat memilih jurusan kuliah:

  • Dengarkan dan pahami minat anak

Anak mungkin sudah memiliki minat pada bidang tertentu, namun terkadang ada keterbatasan yang dihadapi untuk bisa mengungkapkan atau menyampaikan minat yang dimilikinya. Keterbatasan tersebut dapat terjadi karena faktor internal seperti kemampuan diri anak yang belum mampu bersikap asertif atau faktor eksternal seperti kurangnya sikap terbuka dari orang tua dalam memberikan kesempatan kepada anak untuk menentukan dan menekuni minat yang menjadi ketertarikannya sehingga anak menjadi pasif dan sungkan. Maka hal yang perlu ayah bunda lakukan adalah dimulai dengan memberi anak kesempatan untuk mendiskusikan bidang yang menjadi minatnya. Ajak anak mengobrol dengan bertanya hal sederhana yang kerap anak temui sehari-hari mulai dari mata pelajaran apa yang paling disukai anak di sekolah, mata pelajaran apa yang paling tidak disukai anak disekolah, atau kursus apa yang ingin anak tekuni selain yang sudah diajarkan di sekolah. Berikan pertanyaan dalam bentuk open ended question atau pertanyaan terbuka agar anak belajar untuk mengkesplor kondisi dan mengenali dirinya sendiri.  Ajak anak untuk menceritakan cita-cita dan harapannya tentang bidang pekerjaan yang ingin ia lakukan disaat nanti sudah menyelesaikan pendidikannya. Cara ini dapat membantu anak untuk memahami minat dalam dirinya. Bila anak menunjukan minat yang berseberangan dengan kehendak ayah bunda, maka sampaikan alasannya secara baik-baik dan sampaikan beberapa alternatif bidang yang ayah bunda dapat setuju jika anak menekuninya dengan harapan ayah bunda dan anak dapat saling memahami serta menemukan solusi dari perbedaan pandangan yang terjadi.  

  • Bantu anak untuk mengenali kemampuan dan potensi diri

Mengenali kemampuan dan potensi diri merupakan proses yang mungkin menantang bagi sebagian anak. Terkadang anak memerlukan validasi dari orang disekitarnya untuk meyakini bahwa ia memiliki kemampuan dan potensi di bidang tertentu atau melihat konkrit secara nyata kemampuannya tersebut. Maka ayah bunda dapat mengajak anak untuk mengulas kembali hasil-hasil prestasi akademik maupun nonakademik yang pernah anak raih. Ajarkan anak untuk mengkategorisasikan hasil prestasinya, melihat secara objektif di bidang mana saja anak unggul dan mampu berdaya saing dengan teman-teman lain seusianya. Ajak anak untuk mencatatkan keunggulannya dalam jurnal,  buku harian, atau bentuk mindmaping, demikian juga dengan minat dan cita-citanya kelak. Bila anak merasa kesulitan dan bingung, ayah bunda dapat menceritakan pengalaman pribadi dahulu, mulai dari bidang yang disenangi, alasan memilih jurusan kuliah tertentu hingga pemilihan karir yang telah dijalani. Bagaimana dengan bidang-bidang yang anak terlihat kesulitan atau terbatas kemampuannya? Tentunya kondisi ini perlu diterima namun ayah bunda tetap dapat memotivasi anak untuk terus semangat berusaha meningkatkan kemampuannya.

  • Motivasi anak untuk mempelajari informasi jurusan kuliah yang akan ditekuni

Saat ini banyak sekali berbagai pilihan jurusan kuliah yang tersedia. Seiring berkembangnya bidang keilmuan maupun teknologi, kini banyak bidang-bidang keilmuan baru yang masih asing di kalangan masyarakat namun dapat menjadi pilihan anak untuk menempuh pendidikan maupun prospek karir kedepannya. Maka arahkan anak untuk melakukan riset dan literasi terkait perkuliahan guna mendapatkan informasi yang valid dan dapat dipercaya, mempelajari profil dan berbagai jurusan yang menjadi minat anak, serta universitas yang menyelenggarakannya. Bila dirasa informasi belum mencukupi, arahkan anak untuk aktif mencari informasi dari guru di sekolah, tempat bimbingan belajar, atau seminar-seminar tentang persiapan kuliah. Pada tahap ini, hal yang perlu ayah bunda adalah mengarahkan dan memotivasi serta meluangkan waktu diskusi setelah anak mendapatkan informasi yang dibutuhkan. Hindari mengintervensi secara langsung atau bertindak sendiri tanpa sepengetahuan anak. Berikan anak kesempatan untuk mencari dan mempelajari berbagai informasi dengan caranya sendiri sehingga kelak ia akan termotivasi secara internal untuk berhasil mencapai impiannya.

  • Motivasi anak untuk menentukan pilihannya sendiri secara sadar & bertanggung jawab

Mengajarkan anak bertanggung jawab dan konsekuen adalah salah satu hal yang sangat penting untuk dilakukan ketika anak menginjak masa dewasa. Pada masa ini anak akan mulai menemui situasi-situasi yang membuatnya harus mengambil keputusan besar secara bijak dan mempertanggung jawabkannya secara mandiri. Demikian juga dengan pemilihan jurusan kuliah maupun universitas/institusi tempat anak akan menempuh pendidikan. Motivasi anak untuk mempertimbangkan secara matang terlebih dahulu sebelum memutuskan. Ajak anak untuk menilai kelebihan dan kekurangan dari pilihan jurusan dan universitas tempat ia akan kuliah, mempertimbangkan berbagai konsekuensi dan tantangan selama kuliah yang mungkin akan terjadi, dan prospek kedepan terkait dengan cita-cita karir yang diharapkan.  Cara ini akan membantu anak menyadari kondisi diri, mampu berpikir kritis, berkomitmen dan tampil percaya diri untuk menghadapi berbagai tantangan maupun situasi yang dihadapi selama masa studinya sehingga kelak ia dapat menyelesaikan dengan baik.  

  • Lakukan tes minat bakat dengan profesional

Apabila berbagai upaya yang dilakukan secara mandiri di rumah bersama anak belum membuahkan hasil, anak masih terlihat bingung, sulit mengenali kondisi dirinya, dan sulit menentukan keputusan, maka ayah bunda dapat mengajak anak untuk melakukan tes minat bakat dengan psikolog profesional. Tes minat bakat akan membantu anak untuk memahami kemampuan dan potensi diri secara lebih dalam, melihat arah minat anak, dan merekomendasikan jurusan / bidang kuliah yang dapat dipilih oleh anak.

Penulis: Fakhrani Isti Irsalina, S.Psi.

picture: Image by drobotdean on Freepik