Facebooktwitterredditpinterestlinkedinmail

Sosialisasi merupakan salah satu kendala yang kerap dialami ketika dalam mendidik anak dengan autisme. Kecenderungan untuk lebih suka menyendiri seakan memiliki dunianya sendiri menjadi karakteristik yang kerap kali ditemui pada anak dengan autisme, sehingga sulit bagi mereka untuk dapat berinteraksi dan bersosialisasi dengan lingkungannya. Dalam mengajarkan sosialisasi pada anak dengan autisme, masih ada sebagian orangtua yang merasa malu mengajak buah hatinya untuk  bersosialisasi dengan orang lain di lingkungan sekitarnya. Masih adanya perasaan bahwa anak memiliki kondisi yang berbeda dengan anak-anak lainnya dapat menjadi penghalang bagi diri untuk memahami dan menerima secara penuh kondisi anak yang juga dapat menghambat perkembangan kondisi anak.

Hal lain yang juga dapat menjadi penghambat pengajaran sosialisasi kepada anak dengan autisme adalah minimnya kesadaran dan sikap dari lingkungan masyarakat yang belum sepenuhnya dapat menerima kehadiran anak dengan autisme. Minimnya pemahaman tentang kondisi anak dengan autisme kerap kali membuat sebagian besar orang menganggap kehadiran anak dengan autisme sebagai penghalang aktivitas mereka. Adanya kecenderungan anak dengan autisme untuk bersikap hiperaktif dan melakukan hal di luar kendali, dapat menyebabkan suatu kelompok merasa terganggu dengan kehadiran sang anak. Apbila keadaan sudah demikian, maka akan menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua dan pendidik dalam mengajarkan sosialisasi kepada anak dengan autisme, apakah tetap melanjutkan mengajarkan sosialisasi dan interaksi kepada anak dengan autisme atau membiarkannya. Namun perlu diingat bahwa kemampuan sosial yang meliputi cara komunikasi, adaptasi, penyesuaian diri, kerjasama, dan kemampuan sosial lainnya merupakan keterampilan dasar bagi manusia dalam menjalani kehidupannya. Oleh karena itu penting bagi orangtua maupun pendidik untuk mengajarkan sosialisasi kepada anak dengan autisme. Beberapa cara yang dapat dilakukan diantaranya :

1.Memahami kondisi anak

Memahami kondisi emosi anak merupakan hal yang perlu diperhatikan oleh orangtua sebelum mengajak anak ke lingkungan yang lebih besar. Kondisi emosi yang tidak stabil dapat membuat anak merasa lebih sulit dalam beradaptasi dan menyesuaikan diri dengan situasi di lingkungan sekitarnya. Dikhawatirkan bila anak dihadapkan pada situasi ketika kondisi sedang kurang stabil, anak dapat mengalami tantrum dan tujuan untuk melatih keterampilan sosial akan menjadi kurang maksimal. Maka sangat penting bagi orangtua untuk memastikan kondisi emosi anak dalam keadaan stabil sebelum mengajaknya untuk berlatih keterampilan sosial di lingkungan sekitar.  

2. Percaya Diri

Untuk dapat mempersiapkan sang anak hadir di tengah – tengah masyarakat, sangat penting bagi orangtua untuk membangun kepercayaan diri dengan kondisi anak dan memperkenal jati dirinya dengan lingkungan sekitar, seperti mengikut sertakan anak dalam sebuah permainan di lingkungan anak – anak sekitar. Jangan khawatir anak akan marah atau malu bila anak terlihat tidak mampu mengendalikan emosinya. karena disitulah peran orangtua Orangtua untuk dapat memberi pemahaman kepada anak bagaimana cara mengendalikan emosi dan tingkah lakunya ketika sedang berada di tengah masyarakat. Orangtua juga dapat menjelaskan dan memberikan edukasi kepada orang lain di lingkungan sekitar mengenai apa yang menjadi kekurangan dan kelebihan anak dengan autisme dengan harapan kedepannya anak dapat lebih diterima dan dihargai keberadaannya di lingkungan sekitar.

3. Bantu anak untuk mengenal temannya

Ketika sudah berada di lingkungan luar rumah, bantu anak untuk mengenal nama teman – temannya. Bantu anak untuk memperkenalkan dirinya dan bantu teman – temannya agar dapat menerima keberadaan  anak dengan autisme di tengah – tengah mereka. Bangun kepercayaan diri anak bahwa dia tidak sendiri dan masih banyak orang-orang yang bersedia dan mau menjalin pertemanan dengannya. Orangtua juga dapat masukkan anak ke sekolah atau komunitas kegiatan anak di luar sekolah  untuk membantu anak beradaptasi , menyesuaikan diri dan berlatih komunikasi dengan orang lain di lingkungan sekitarnya.   

Penulis : Dicky Age Tresna, S.Pd

Picture : <a href=”https://www.freepik.com/free-photos-vectors/people”>People photo created by pressfoto – www.freepik.com</a>

Facebooktwitterredditpinterestlinkedinmail