Facebooktwitterredditpinterestlinkedinmail

Kalender bulan ini penuh dengan tanggal berwarna merah. Liburan adalah hal yang ditunggu-tunggu oleh orangtua dan anak-anak. Ketika melihat tanggal merah yang mengindikasikan liburan, ribuan rencana perjalanan pun muncul di kepala. Nah bagaimana cara menyulap liburan keluarga menjadi sarana stimulasi bagi perkembangan anak?

1. Detail

Liburan keluarga akan berjalan dengan lancar dan menyenangkan jika direncanakan dengan detail. Persiapkan baju, perlengkapan, dan permainan yang diperlukan. Sebagai contoh, jika anda hendak berlibur kepantai bahwa pastikan anda membawa baju renang, tabir surya, kaca mata renang, peralatan bermain pasir, sepedah lipat, dan ayunan gantung.

2. Think out of the box

Segala kegiatan yang menyenangkan untuk anak dapat menjadi stimulasi yang baik bagi perkembangannya. Bersepedah di atas hamparan pasir bisa menjadi stimulasi yang menyenangkan ketika dipadukan dengan permainan mencari harta karun. Untuk permainan ini cukup siapkan sepedah lipat dan daftar ciri-ciri barang yang dicari. Permainan ini bisa dimodifikasi dengan mengubah cara pengumpulan barang-barang yang dicari. Bila biasanya barang yang dicari harus dibawa serta ke titik akhir maka sekarang anak-anak bisa cukup memfotonya saja.

3. Age-related

Tantangan bisa membuat permainan sederhana menjadi menarik. Agar permainan dapat menjadi media stimulasi anak, maka sesuaikan tantangan yang anda siapkan dengan kemampuan dan usia anak. Sebagai contoh, jenis tantangan dalam permainan mencari harta karun di pantai dapat divariasikan berdasarkan jumlah benda yang dicari, kualitas deskripsi ciri-ciri, atau cara penyampaian daftar benda yang dicari.

4. Group Activities

Liburan adalah kesempatan setiap anggota keluarga terlepas dari rutinitas yang ada. Terlepas dari kegiatan sekolah dan juga kegiatan kantor. Liburan dapat menjadi kesempatan setiap anggota keluarga untuk saling mengenal lebih baik dan lebih akrab lagi. Oleh karena itu, fokuskan segala kegiatan di masa liburan ke kegiatan yang sifatnya berkelompok. Explorasi kuliner setempat secara bersama-sama, jalan-jalan pagi bersama, bersepeda bersama, barberque ditepi pantai, atau foto-foto di iconic spot bersama-sama.

Group activities demikian sangat disarankan untuk menstimulasi perkembangan sosial emotional anak. Anak akan belajar menjadi bagian sebuah group, belajar berkomunikasi dalam group, berlatih bekerjasama penuh empati, dan lain sebagainya.

5. Children Centered

Liburan akan menjadi sarana stimulasi bagi anak ketika liburan direncanakan dan dijalankan dengan fokus ke anak dan kebutuhan anak. Caranya, anak dapat diberikan kesempatan untuk merencanakan aktivitas selama liburan. Anak juga dapat diberikan kesempatan untuk memimpin selama aktivitas. Ketika orangtua mundur satu langkah kebelakang dan fokus memfasilitasi keinginan anak untuk berkembang, saat itulah orangtua berhasil mengubah liburan menjadi sarana stimulasi yang ideal dan menyenangkan bagi anak.

Happy Holiday.. and Happy Parenting!

Facebooktwitterredditpinterestlinkedinmail