Mengenal Bahasa Cinta untuk Keharmonisan Keluarga

Ayah Bunda, dalam membangun dan menjaga keharmonisan keluarga, baik dengan anak, atau anggota keluarga lain maka penting untuk kita mengenal tentang apa yang mereka sukai dan bagaimana mereka ingin diperlakukan. Tentunya hal tersebut akan menjadi sulit apabila kita tidak mengenal secara mendalam tentang mereka. Namun kita tetap dapat mengenal orang di sekitar kita, khususnya keluarga melalui bahasa cinta. Dr. Chapman dalam buku The Five Love Language membagi 5 tipe bahasa cinta yang bertujuan agar Ayah Bunda mengetahui dan mampu mengungkapkan dengan tepat apa yang diinginkan oleh anggota keluarga. Berikut penjelasan tentang 5 tipe bahasa cinta:

  • Words of Affirmation (Kebutuhan bahasa cinta dalam bentuk kata-kata pujian)

Tipe bahasa cinta ini menekankan pada pentingnya untuk selalu mengatakan pada anggota keluarga bahwa kita peduli dan menyayangi mereka. Anggota keluarga membutuhkan bahasa cinta berupa pernyataan cinta langsung dari Ayah Bunda yang sebaiknya dilakukan secara rutin. Perlu diingat bahwa Ayah Bunda perlu tetap jujur dengan kalimat-kalimat yang diucapkan kepada mereka guna menjaga kepercayaan yang sudah ada selama ini. Cara melakukannya adalah dengan memberikan dorongan, keyakinan, afirmasi, apresiasi, dan mendengarkan secara aktif. Contoh hal yang dapat dilakukan selain mengungkapkan secara langsung, bahasa cinta ini juga dapat dilakukan dengan mengirim pesan atau emoticon saat berkomunikasi via gadget, seperti mengatakan “I Love You”, “Terima kasih ya untuk makanannya”, “Memang kamu yang terbaik”, dan lain-lain. Hindari untuk tidak mengakui atau mengapresiasi usaha mereka ya Ayah Bunda.

  • Quality Time (Kebutuhan bahasa cinta berupa waktu bersama)

Tipe bahasa cinta ini menitik beratkan pada kualitas waktu saat bersama dengan keluarga. Perlu Ayah Bunda perhatikan bahwa saat bersama anggota keluarga, hindari melakukan kegiatan lain bersamaan seperti penggunaan gadget atau lainnya, fokuslah pada waktu bersama keluarga supaya mereka merasa dicintai. Berikan perhatian penuh saat bersama mereka dan meminta izinlah ketika hendak menggunakan gadget, atau sambilan dengan kegiatan lain. Penting untuk tetap fokus ketika melakukan kegiatan bersama, untuk menyatakan bahwa setiap detik yang dihabiskan bersama mereka merupakan hal yang berharga. Contoh yang dapat dilakukan adalah ciptakan momen untuk menghabiskan waktu bersama keluarga, seperti membersihkan taman, liburan, dan lain-lain

  • Receiving Gift (Kebutuhan bahasa cinta dalam bentuk hadiah)

Tipe bahasa cinta ini merasa bahwa mereka dicintai dan dihargai melalui pemberian dari kita. Hadiah-hadiah kecil yang bernilai dapat mengingatkan anggota keluarga bahwa kita selalu memikirkan mereka dan peduli dengan kebahagiannya. Bukan berarti tipe bahasa cinta ini menuntut untuk selalu diberikan hadiah. Intinya hadiah yang diberikan tidak selalu barang mahal dan mewah, namun lebih kepada hadiah yang berkesan untuk mereka. Contohnya adalah memberikan hadiah ketika mereka berhasil melalui suatu permasalahan. Hadiah pun dapat berupa barang yang mereka inginkan, voucher makan, dsb.

  • Acts of Service (kebutuhan bahasa cinta dalam bentuk dilayani)

Tipe bahasa cinta ini menunjukan anggota keluarga akan merasa tersanjung oleh hal-hal yang kita lakukan untuk mereka. Sikap dan perilaku yang Ayah Bunda lakukan untuk anggota keluarga , akan membuat mereka merasakan cinta yang kita berikan. Tindakan-tindakan sederhana yang kita lakukan akan semakin bermakna jika kita melakukannya tanpa diminta oleh mereka alias atas inisiatif diri kita sendiri. Mereka menganggap bahwa kita sudah peka dan sadar untuk melakukannya.  Contohnya adalah membantu pasangan sebelum mereka meminta bantuan, buat sarapan yang mereka sukai, dan lain-lain

  • Physical Touch (Kebutuhan bahasa cinta dengan bentuk sentuhan fisik)

Tipe bahasa cinta ini menunjukan akan hadirnya rasa senang bila Ayah Bunda melakukan kontak fisik dengan anggota keluarga daripada menggunakan kalimat panjang dan lebar untuk menjelaskan bahwa kita mencintai dan menyayangi mereka. Contoh kegiatan yang dapat dilakukan adalah bergandengan tangan saat pergi bersama, memberikan pelukan sederhana, dan lain-lain. Hindari menolak sentuhan atau menyentuh anggota keluarga dengan tipe bahasa cinta ini

Yuk Ayah Bunda kita berproses bersama dalam mengenal bahasa cinta diri sendiri, pasangan, dan anak kita. Temukan bahasa cinta yang paling sesuai dengan diri Ayah Bunda. Setelah itu sampaikan kepada pasangan, anak, dan anggota keluarga lain bahwa kita lebih nyaman jika mereka melakukan sesuai dengan bahasa cinta kita.

Penulis: Niken Woro Indriastuti, M.Psi., Psikolog

Picture: People photo created by senivpetro – www.freepik.com