Facebooktwitterredditpinterestlinkedinmail

Mendidik anak sejatinya merupakan tugas dari orangtua. Dimulai dari mengenalkan hal baru sampai membiasakan dalam kehidupan sehari-hari hingga pondasi mentalnya terbentuk dengan baik untuk menjalani keseharian hidupnya.

Bingung dengan apa yang harus dikenalkan? Coba duduk sejenak dengan ditemani oleh secangkir teh atau kopi juga suami atau istri, lalu pelan-pelan fikirkan apa yang dibutuhkan oleh anak kita saat ini. Apakah belajar menyapu? Karena setiap hari dia memperhatikan ibunya atau mba nya menyapu lalu timbul ketertarikan dalam dirinya untuk meniru apa yang dilakukan oleh ibu/mba nya. Kenapa menyapu??? Belajar menyapu bukan masalah, bukan pekerjaan yang hina, bukan pekerjaan yg harus disepelekan.

Banyak hal yang dapat dipelajari dari menyapu, mulai dari bagaimana dia memegang sapu dengan nyaman, mengumpulkan kotoran-kotoran yang ada di lantai, bagaimana mengarahkannya ke pengki, bagaimana dia membersihkan tempat-tempat yang sulit sampai dia tau kalau lantainya sudah bersih.

Atau, menjawab pertanyaan orang lain yang baru dikenalnya? Coba fikirkan apa saja yang akan diperoleh anak dari membiasakan diri merespon orang  lain. Dia akan mengenal bagaimana merespon seseorang yang lebih tua atau yang lebih muda darinya, Bagaimana dia merespon perilaku yang kurang baik, baik itu yang dia rasakan sendiri atau karena melihat orang lain mendapatkan perlakuan yang kurang menyenangkan dari orang lain dan sebagainya. Proses yang telah atau akan dilaluinya itu dinamakan belajar. Membiasakan anak untuk melalukan sesuatu, mulai dari berprilaku sampai membiasakan  kecakapan-kecakapan hidup yang sudah dikenalnya itulah yang dinamakan mendidik.

Bukan harta benda yang menjadi prioritas dalam hidup tapi bagaimana menjalani hidup ini dengan penuh kedamaian sehingga tercipta kehidupan yang sehat untuk jiwa kita dan anak-anak. Harta benda hanyalah bonus dari bagaimana kita menjalani kehidupan ini dan kenikmatan ini akan benar-benar kita rasakan jika jiwa kita tenang dalam menjalani kehidupan.

Happy Parenting….

 

Penulis: Eni Rosintan, S.Pd.I

Facebooktwitterredditpinterestlinkedinmail