Facebooktwitterredditpinterestlinkedinmail

Evi Junita, M.Psi., Psikolog.

Ayah akan selalu menjadi teman terbaik bagi anak laki-lakinya dan cinta pertama bagi anak perempuannya. Bagi beberapa anak, Ayah dan IronMan punya nilai yang sama, Super hero. Manusia segala bisa. Manusia dengan segala kemampuan. Manusia paling penuh kasih sayang. Manusia yang paling seru saat diajak bermain dan bercanda.

Attachment atau kelekatan yang erat pada ayah memberikan banyak manfaat bagi anak. Anak yang memiliki kelekatan yang erat pada ayah biasanya lebih mudah mengekspresikan ide dan perasaan dalam dirinya, memiliki intelektualitas yang lebih tinggi, memiliki rasa percaya diri yang tinggi, dan cenderung lebih mudah menampilkan prilaku adaptive dikehidupan sehari-hari.

Namun sayangnya, tidak semua anak berkesempatan memiliki hubungan menyenangkan bersama ayah. Ada banyak hal yang bisa menyebabkan hal tersebut terjadi. Salah satunya adalah kurangnya informasi yang orangtua terima tentang cara membentuk attachment anak dengan ayah.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam usaha membentuk kelekatan yang erat dengan ayah, yaitu:

Proses pembentukan Attachment dimulai sejak anak masih didalam kandungan ibu

Waktu yang ayah habiskan bersama ibu yang sedang mengandung sebenarnya adalah investasi untuk masa depan anak yang cerah. Kebahagiaan ibu menghabiskan waktu bersama ayah memberikan perasaan nyaman yang juga dirasakan bayi didalam kandungan.

Belaian dan bisikan ayah ke bayi saat masih didalam kandungan merupakan bentuk komunikasi awal anak dan ayah. Itulah mengapa ada beberapa bayi yang tangisan lahirnya berhenti ketika ia berada dalam dekapan ayah dan mendengar suaranya.

 

Periode emas pembentukan attachment adalah saat usia 0-12 bulan

Beberapa ahli menyatakan bahwa jenis attachment anak dan ayah sangat ditentukan oleh intensitas interaksi mereka diusia 0-12 bulan. Pada masa ini anak banyak meniru dan berlatih kemandiriannya dalam hal bergerak dan berbahasa. Keberadaan ayah sering kali membuat anak lebih nyaman bereksplorasi di lingkungannya. Rasa aman yang besar dan rasa kepercayaan diri yang ditularkan ayah ke anaknya sering kali membuat anak merasa bangga akan dirinya, keberhasilannya, dan membuat anak percaya bahwa apapun yang terjadi ayah akan selalu ada untuk melindunginya.

 

Biasakan menjadi diri sendiri

Ayah biasanya identik dengan bermain. Hampir 80% aktivitas anak bersama ayah berisikan kegiatan bermain. Dalam bermain ayah diharapkan santai dan menampilkan diri apa adanya. Dengan demikian anak dan ayah bisa sama-sama menikmati waktu dan aktivitas yang ada.

 

Kuantitas ada kalanya lebih perlu dibandingkan kualitas

Terkait dengan attachment tidak ada penjelasan berapa durasi waktu yang diperlukan saat ayah berinteraksi dengan anaknya. Durasi tidak menjadi kunci keberhasilan pembentukkan attachment pada anak dan ayah.  Namun frekuensi lah yang perlu diperhatikan. Semakin sering ayah terlibat dalam sebuah aktivitas bersama anak maka kelekatan yang muncul diharapkan semakin positif.

Semakin sering ayah mencium, memeluk, dan membelai anak maka semakin besar kemungkinan attachment ayah dan anak terbentuk secara positif.

 

Pahami bahwa dalam pengasuhan tidak ada pemisahan peran

Jika ada ayah yang masih beranggapan bahwa pengasuhan anak adalah urusan ibu, maka ada baiknya ia berpikir ulang hendak mengharapkan anak yang seperti apa dikemudian harinya. Karena anak yang cerdas secara kognisi dan emosi membutuhkan kelekatan yang baik dengan ayah dan ibunya.

Anak laki-laki belajar merawat diri dari kebiasaannya melihat ayah bercukur, melihat ayah sikat gigi, dan bahkan mungkin dari kebiasaannya dimandikan ayahnya. Anak laki-laki belajar kasih sayang kepada yang lebih kecil atau lebih lemah dari kebiasaannya melihat ayah suka membantu ibu, dirinya, kakaknya, dan adiknya. Anak memiliki keinginan untuk berhasil dalam berbagai hal karena terbiasa diikut sertakan dalam berbagai petualangan menarik bersama ayah.

 

Ayah..  Demikian besar pengaruh keberadaannya bagi keberhasilan masa depan anak.

Happy Parenting, Parents.

 

 

 

Facebooktwitterredditpinterestlinkedinmail