Facebooktwitterredditpinterestlinkedinmail

Masih banyak orang yang menganggap tegas dan marah adalah sifat yang tidak jauh berbeda. Padahal makna dari dua kata tersebut sangat berbeda.  Tegas adalah sikap yang diambil setelah adanya pertimbangan dan ketentun disertai tujuan tertentu. Sedangkan marah adalah sikap emosi yang dikeluarka seseorang ketika ada rasa tidak suka tanpa ada tujuan tertentu. Biasanya sikap marah dilakukan tanpa ada perhitungan terlebih dahulu. Beda dengan sikap tegas yang telah diperhitungkan terlebih dahulu akibat dari sikap yang dilakukan.

Dalam dunia pendidikan sangat diperlukan sikap tegas, terutama ditujukan kepada orang tua yang memiliki anank berkebutuhan. Karena anak berkebutuhan sering melakukan tindakan yang mengharuskan orang tua untuk bersikap tegas. Namun terkadang bagi orang yang melihat tindakan tegas orang tua seperti menggunakan kata – kata yang keras menganggap orang tua tersebut sedang memarahi sang anak. Padahal tidak ada maksud orang tua untuk memarahi anak nya yang berkebutuhan tersebut. Orang tua hanya ingin memberikan sikap teratur kepada sang anak.

Lain orang tua lain pula guru dalam menunjukkan skap tegas terhadap anak berkebutuhan khusus.  Ketika dsekolah, sang anak akan lebih menurut dan patuh kepada guru karena guru lebih memiliki sikap ketegasan dibantdingkan orang tua. Kebanyakan orang tua lebih banyak menuruti kemauan sang anak, lebih lagi ketika berada di tempat umum. Orang tua akan memilih mengikuti keinginan sang anak dari pada si anak nangis teriak – teriak. Sehingga menyebabkan hilangnya ketegasan dihadapan sang anak.

Oleh karena itu, baiknya orang tua memiliki sikap tegas saat bersama anak dimanapun anak berada. Contoh semisal anak diajak ke tempat umum, seandainya anak meminta sesuatu yang seharusnya anak tidak boleh maka sikap yang harus dilakukan orang tua adalah memberi penjelasan kepada si anak. Namun jika si anak tetap tidak mau mendengarkan intruksi yang diberikan dan menangis teriak – teriak maka sikap orang tua adalah sedikit menahan gerakan si anak agar tidak berbuat yang membahayakan dan tetap kosisten tidak mengikuti keinginan si anak. Ditambah dengan memberi penjelasan dengan nada suara yang agak sedikit tinggi, agar anak lebih memahami maksud dari sikap orang tua tersebut.

Jangan sampai orang tua langsung menuruti kemauan si anak, maka suatu saat jika pergi ke tempat umum dan anak menginginkan sesuatu maka si anak akan menangis sebagai senjatanya agar segera dituruti apa yang di inginkan oleh si anak. Apalagi jika orang tua langsung memarahinya, maka sangat dikuatirkan akan menurunnya perkembangan si anak. Dan bisa jadi si anak akan menirukan sikap yang di tunjukkan orang tua tersebut jika orang tua itu masih sering menunjukkan suka memarahi si anak. Dan dalam kesehariannya si anak akan mudah marah, meluapkan emosinya dan teriak – teriak. Oleh karena itu, sikap tegas disertai dengan kasih sayang sangat di butuhkan agar perkembangan si anak dapat terbantukan.

Dari penjelasan di atas, marilah kita menjadi orang tua dan pendidik yang memiliki sikap yang tegas dan konsisten terhadap ketegasan yang kita miliki. Jangan sampai kita memberikan kedisiplinan ke pada anak didik kita dengan emosi. Mari kita berikan sikap tegas terhadap anak kita spaya menjadi anak yang berbakti, mandiri dan lebih baik lagi.

 

Penulis: Dicky age tresna

Facebooktwitterredditpinterestlinkedinmail