Facebooktwitterredditpinterestlinkedinmail

Orangtua selalu ingin memberikan pendidikan yang terbaik untuk anaknya. Sekolah yang terdiri dari berbagai fasilitas mewah dan mata pelajaran yang beragam menjadi incaran dengan harapan sekolah tersebut akan membuat anak tumbuh menjadi pintar. Padahal, belum tentu semua anak cocok dan mampu mengikuti sistem tersebut.

Dalam memilih sekolah yang tepat untuk anak, orangtua perlu memperhatikan beberapa hal agar anak tidak terjebak dalam lingkungan yang salah. Karena pendidikan adalah investasi jangka panjang yang berharga, maka memilih sekolah untuk anakpun harus diiringi dengan pertimbangan berikut:

  1. Perhatikan perkembangan, kebutuhan psikis dan fisik anak

Seperti yang diketahui, perkembangan tiap anak berbeda-beda. Disini orangtua penting untuk mengenali karakter anak dan apa yang menjadi kebutuhan mendasar anak pada masa tumbuh kembangnya. Misalnya, jika anak usia 6 tahun yang hendak masuk SD belum mampu untuk mengelompokkan benda sesuai warna atau belum bisa berbicara dengan kalimat yang padu, maka orangtua perlu untuk berkonsultasi dengan ahli untuk mendiskusikan jenis pendidikan yang sesuai untuk anak. Karena, jika dipaksakan belajar di sekolah umum, dikhawatirkan apa yang diajarkan tidak dapat diterima oleh kemampuan kognisi anak sehingga potensi yang dimiliki anakpun tidak akan maksimal.

Orangtua juga perlu tau bahwa saat ini ada berbagai macam pendekatan yang digunakan di sekolah seperti pendidikan berbasis montessori, agama dan sebagainya. Sehingga orangtua dapat mengerti pendekatan mana yang dibutuhkan oleh anak.

  1. Kurikulum sekolah dan tenaga pendidik

Lihatlah kurikulum yang digunakan oleh sekolah seperti tujuan pembelajaran, metode pembelajaran dan implementasinya dalam kehidupan sehari-hari anak, apakah sesuai dengan pendidikan dalam keluarga dan kebutuhan anak? Selain itu lihat pula kualitas tenaga pendidiknya, karena proses belajar mengajar berawal dari kualitas pembelajaran yang dilakukan antara guru dan murid di dalam kelas. Jika guru memiliki pendekatan mengajar yang baik dan efektif maka kegiatan belajar akan berjalan dengan menyenangkan.

  1. Fasilitas sekolah

Sekolah yang baik pasti memiliki berbagai fasilitas yang dapat digunakan anak untuk belajar. Namun orang tua perlu cermat, apakah sekolah memiliki program yang baik dan konsisten atas penggunaan fasilitas tersebut? Kemudian apakah fasilitas yang tersedia di sekolah mampu mendukung kegiatan belajar anak menjadi sesuatu yang mudah diterima dan menyenangkan? Misalnya, sekolah memiliki perpustakaan lengkap yang besar namun murid-murid tidak diajarkan oleh tentang pentingnya membaca, maka hal ini akan menjadi sia-sia.

  1. Jarak dari rumah ke sekolah

Lokasi sekolah harus dipertimbangkan terlebih untuk anak dengan usia TK dan SD. Lokasi sekolah yang terlalu jauh akan membuat anak cepat lelah dan tidak semangat belajar. Belum lagi ditambah sulitnya transportasi dan kondisi lalu lintas yang macet. Akhirnya, produktivitas anak untuk belajar akan menurun. Oleh karena itu pilihlah sekolah yang lokasinya straregis, mudah dijangkau kendaraan namun tetap sesuai dengan visi misi orangtua dan tentunya kebutuhan anak.

  1. Kemampuan finansial orangtua

Saat memilih sekolah pastikan orangtua memiliki dana yang cukup untuk membayar segala kebutuhan sekolah sampai anak lulus. Jangan sampai saat ditengah-tengah pendidikan anak harus pindah sekolah karena ketidaksanggupan orangtua untuk membayar sekolah lagi. Hal ini dapat merugikan anak jika kurikulum antara sekolah yang lama dan yang baru berbeda.

  1. Libatkan anak saat memilih sekolah

Tidak ada salahnya lho mengajak anak untuk datang langsung ke sekolah-sekolah yang sudah ada di daftar pilihan. Disini anak akan melihat sendiri bagaimana tampak gedung sekolah, fasilitas sekolah dan suasana kelasnya. Selain melihat sarana dan prasarana anak juga dapat diperkenalkan kepada calon guru dan staf-staf sekolah agar lebih mudah untuk beradaptasi.

 

Di masa sekarang, orangtua harus cerdas menilai seberapa besar dampak yang diberikan sekolah bagi perkembangan anak dari segi intelektual dan emosi. Karena keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan emosi sangat penting bagi anak di masa depan.

Penulis: Amelia Ajrina, S.Psi

Facebooktwitterredditpinterestlinkedinmail