Facebooktwitterredditpinterestlinkedinmail

Setiap manusia tentunya pernah menangis dalam proses kehidupannya. Tidak ada yang salah dengan itu bukan? Karena menangis adalah sebuah reaksi dari perasaan atau hati manusia yang sedang emosi, baik sedih, susah, senang atau marah yang diungkapkan dengan mengeluarkan air mata. Dan tentu semua manusia bisa menangis, termasuk juga anak-anak. Menangis merupakan hal yang wajar, karena menangis simbol dari perasaan yang kita rasakan. Jadi baik laki-laki, perempuan, anak-anak maupun orang dewasa, menangis adalah hal yang wajar dan biasa. Namun bagaimana jika anak-anak seringkali menangis tanpa sebab atau karena sebab yang sepele? Pernahkah Ayah Bunda mendengar orang lain memberi label pada seorang anak bahwa anak tersebut cengeng?

Cengeng adalah sebutan bagi orang atau anak-anak yang sering menangis. Bahkan mereka bisa menangis hanya karena sesuatu hal yang sangat sepele. Memiliki anak yang cengeng, memang menjadi suatu masalah yang membingungkan bukan?? Bahkan orang tua terkadang merasa kesal dan gemas, ketika melihat putra atau putrinya sering menangis karena hal yang sepele.

Kadang kala anak yang tidak bisa mengungkapkan perasaannya cenderung lebih suka berteriak dan menangis untuk meminta sesuatu, namun jika menangisnya terkesan dibuat-buat atau berlebihan, maka orangtua pun patut mengatasi atau mengendalikan kehendak sang anak.

Lalu apa yang harus dilakukan untuk mengontrol emosi anak?

  1. Ajak Anak Berkomunikasi

Berkomunikasi adalah hal terbaik ketika seseorang tidak mengerti dengan apa yang kita inginkan. Tentu cara ini bisa digunakan dalam menghadapi anak yang cengeng, karena pada umumnya anak cengeng tidak mampu mengungkapkan apa yang dia inginkan dan ia rasakan. Ajarkan anak berbicara dan mengungkapkan apa yang dia mau. Membangun komunikasi dengan anak adalah hal penting, dan ini akan sangat bermanfaat ketika anak kita sudah dewasa. Mereka akan lebih terbuka pada kita  dan menerima kita untuk menjadi teman curhatnya.

  1. Jangan Terpancing

Ini adalah kesalahan umum yang dilakukan para orang tua ketika berusaha menghentikan tangisan anak. Para orang tua mengira bentakan atau hardikan akan dapat mengatasi anak cengeng. Namun apa yang terjadi? Seringkali tangisan anak semakin menjadi-jadi dan semakin membuat pusing. Jadi sebaiknya orang tua  mampu mengontrol emosi diri sendiri dulu untuk bisa mengatasi anak cengeng dengan lebih mudah.

  1. Jangan Menuruti Semua Keinginan Anak

Memberikan yang terbaik untuk anak memang sudah menjadi kewajiban bagi orang tua. Tapi apa salahnya jika sebagai orang tua, mampu untuk mengontrol apa yang diinginkan anak. Jangan menuruti segala atau semua yang anak inginkan. Berikan pengertian kepada anak. Memberikan penjelasan atau pengertian adalah hal yang penting agar bisa mengontrol apa yang anak inginkan. Beritahu anak jika benda/barang yang ingin anak beli tidaklah terlalu penting atau harganya terlalu mahal. Ajarkan anak untuk berhemat dengan cara menabung dan rajin beramal. Dengan begitu Ayah Bunda tidak akan kesulitan mengatur anak dan anak cenderung bisa berpikir secara dewasa.

  1. Strategi Khusus

Dalam mendidik dan mengasuh anak tidaklah mudah. Sebagai orang tua, tidak hanya dituntut untuk panjang sabar, namun juga harus pintar dan memiliki keahlian dalam mengurus anak-anak. Untuk meredakan bahkan meredam tangisan anak, cobalah membujuk atau mengalihkan perhatian anak, sehingga anak dapat mengendalikan emosinya.

    5. Aktivitas Olahraga dan Kesenian

Anak mudah menangis bisa saja karena ia memang memiliki jiwa yang peka atau mudah tersinggung. Orangtua akan bisa menilainya berdasarkan hal-hal apakah yang mudah membuatnya menangis. Arahkan anak untuk meluapkan emosi dengan melakukan aktivitas kesenian, misalnya menggambar. Bisa juga dengan menuliskannya dalam buku harian.

Bila anak sering menangis karena memiliki masalah dengan rasa percaya dirinya, maka ajak ia untuk melakukan olah raga yang menantang adrenalin seperti, berenang. Saat berenang anak akan berlatih mengatasi rasa takut akan tenggelam dan akan memahami bahwa ia dapat terhindar dari tenggelam dengan menggerakkan anggota tubuhnya sendiri.

Berhasil dalam mengatasi anak cengeng bukan berarti kekurangan anak akan terhapus untuk selamanya. Namun dapat memperbaiki sikap anak dalam melihat dan menyelesaikan suatu persoalan yang akan dihadapi.

Penulis: Qonita Aulia Annisa, S.Psi

Facebooktwitterredditpinterestlinkedinmail