Facebooktwitterredditpinterestlinkedinmail

url

Gaya hidup sehat mencakup pola makan sehat, istirahat efektif, dan olahraga teratur. Pengenalan gaya hidup sehat dapat dilakukan sedini mungkin sejak anak baru lahir. Gaya hidup memiliki pengaruh yang signifikan dan bertahan. Gaya hidup tertentu akan membentuk kebiasaan dan kepribadian tertentu pula. Oleh karena itu, beberapa ahli menyarankan untuk mulai membentuk gaya hidup anak sejak anak dilahirkan.

Trend gaya hidup sehat bagi anak awalnya dikembangkan sebagai bentuk kesadaran akan bahaya obesitas yang mengancam anak-anak bahkan diusia dini. Namun sekarang trend tersebut dipercaya juga bermanfaat bagi anak-anak yang mengalami underweight atau berat badan dibawah batas minimal.

Berat badan mempengaruhi berbagai aspek pada perkembangan anak, seperti aspek kesehatan fisik, rasa kepercayaan diri, kemampuan sosialisasi, dan konsentrasi belajar.

Efek berat badan bagi kesehatan fisik

Beberapa ahli mengaitkan berat badan dibawah batas minimal dengan berbagai keluhan fisik seperti flek paru, sensitif pencernaan, alergi, atau kekurangan enzim pencernaan. Kelebihan berat badan pun erat dengan berbagai keluhan fisik sepeti obsesitas, dispraksia, atau sesak nafas.
Berat badan ideal untuk tiap kategori umur anak dapat diketahui dengan cara pengukuran perbandingan berat dan tinggi badan di usia tertentu.

Bagi bayi dan anak-anak, informasi tersebut dapat diketahui di buku kesehatan masing-masing. Jika diperlukan, orangtua dapat menghitungnya dengan cara sebagai berikut :

1. Berat Badan Ideal (BBI) bayi (anak 0-12 bulan)
BBI = (umur (bln) / 2 ) + 4

2. BBI untuk anak (1-10 tahun)
BBI = (umur (thn) x 2 ) + 8

3. Remaja dan dewasa
BBI = (Tinggi Badan – 100) – (Tinggi Badan – 100) x 10% atau
BBI = (Tinggi Badan – 100) x 90%
Batasan berat badan normal yang dimiliki setiap orang adalah plus/minus 10% berat idealnya.

Hubungan berat badan dengan percaya diri

Rasa percaya diri dibentuk oleh persepsi atau penilaian anak terhadap diri sendiri dan penilaian orang lain terhadap anak. Karakteristik fisik merupakan hal yang paling cepat teridentifikasi dan mudah diingat. Julukan “si gendut” atau “si cungkring” sering kali melekat pada anak yang memiliki kondisi berat badan yg berada diluar garis batas normal. Beberapa anak dapat menyikapinya dengan positif dan tetep percaya diri dengan juluk yang melekat, namun tak jarang yang menjadi minder dan menarik diri karena julukkan yang ada.

Efek berat badan pada kemampuan sosialisasi

Menarik diri karena berat badan bukan hal yang baru di kalangan anak-anak. Body image anak usia sekolah menyerupai body image remaja. Kesadaran mereka akan kecantikan yang ideal dan normatif sangat tinggi sehingga kasus menarik diri dari pergaulan dan isolasi pertemanan akibat berat badan tidak ideal pun meningkat dikalangan usia sekolah.

Hubungan berat badan dan konsentrasi belajar

Konsentrasi belajar berkaitan erat dengan berat badan karena adanya variabel perantara yaitu kerja neurotransmiter di otak. Kelebihan lemak akan memperlambat kerja neurotransmitter sedangkan kekurangan kalori akan mengacaukan gerakkan neurotransmiter. Kedua kondisi tersebut tampil dalam bentuk sulit berkonsentrasi saat beraktivitas sehari-hari.

Kekhawatiran yang menyelimuti orangtua ketika menyadari buah hatinya mengalami underweight atau overweight adalah hal yang normal. Sikap tenang dan informasi yang cukup sangat bermanfaat untuk mengatasi masalah yang ada. Ada banyak cara mengenalkan gaya hidup sehat kepada anak, sebagai berikut:

1. Fokuskan perhatian anda ke gaya hidup anak bukan pada ukuran berat badan anak.
2. Temukan cara untuk meningkatkan penerimaan diri dan rasa kepercayaan diri anak
3. Tetapkan target realistik terkait dengan tujuan gaya hidup sehat. Contohnya: makan sayur setiap kali makan, minum air putih dan tinggalkan soda, serta jalan kaki 10 menit perhari.
4. Ciptakan latihan fisik yang menyenangkan dengan dukungan orang-orang yang menyenangkan bagi anak.
5. Menetapkan aturan makan yang positif seperti makan bersama-sama keluarga dengan Handphone, TV, dan Laptop dimatikan minimal satu kali dalam sehari. Makan bersama dipercayai dapat membangun gaya makan yang sehat.
6. Ajarkan bahwa kecantikan tidak dipengaruhi oleh berat badan.
7. Hindari obsesi berat badan. Obsesi tersebut bisa tampil dalam bentuk olahraga berlebihan atau operasi berulang-ulang.
8. Siapkan contoh hidup sehat dirumah. Ayah yang rutin olahraga dan ibu yang rutin makan sayur

Apakah underweight atau overweight pada anak dapat di cegah? Ya. underweight atau overweight pada anak dapat di cegah. Berikut adalah cara pencegahan underweight atau overweight pada anak :

1. Jadikan diri anda orangtua yang merupakan model hidup sehat anak
2. Kenalkan makanan yang memiliki kandungan gizi tinggi.
3. Pertahankan asupan protein setiap hari
4. Kenalkan pola makan porsi kecil dengan gizi seimbang
5. Sering minum air putih
6. Istirahat rutin, terutama kewajiban tidur siang
7. Ajak anak olahraga teratur bersama orangtua
8. Jauhkan cemilan yang mengandung gula, asin, karbonasi, lemak tinggi, dan kafein
9. Ajakkan anak stress release yang positif

Gaya hidup yang terbentuk sedari dini akan menetap hingga dewasa. Hidup sehat sejak dini dipercaya dapat meningkatkan kualitas hidup anak di masa remaja dan dewasanya kelak.

Facebooktwitterredditpinterestlinkedinmail