Facebooktwitterredditpinterestlinkedinmail

image1

Pelukan merupakan hal sederhana yang mempunyai pengaruh yang sangat luar biasa. Memeluk anak dengan erat dapat menjadi cara yang efektif untuk menunjukkan kasih sayang dan perasaan yang orang tua rasakan. Pelukan merupakan salah satu pilar pola asuh positif yang penting untuk tumbuh kembang anak. Beberapa ahli menyarankan agar orangtua menyediakan waktu untuk memeluk masing-masing anaknya minimal sebanyak dua belas kali dalam sehari. Dengan demikian, anak diharapkan memperoleh manfaat yang optimal dari setiap pelukan yang ada.

Bagi perkembangan fisik dan motorik, pelukan orangtua pada anak memiliki beberapa manfaat, sebagai berikut:

Meningkatkan berat badan.

Kontak fisik yang intensif melalui pelukan yang rutin dengan intensitas tinggi diyakini dapat meningkatkan berat badan bayi terutama bayi yang lahir dengan berat badan di bawah rata-rata. Prinsip tersebut merupakan salah satu dasar dari teknik kangaroo care yang sering digunakan untuk meningkatkan berat badan bayi terutama pada bayi prematur.

Meningkatkan daya tahan tubuh.

Produksi hormon oksitosin meningkat saat ada kontak fisik yang erat seperti saat berpelukkan. Hormon ini dipercayai dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh dan mengurangi rasa sakit atau nyeri yang dirasakan tubuh. Di beberapa negara, seperti Amerika Serikat, teknik peluk (cuddle care method) lazim digunakan untuk membantu anak-anak yang sedang mengalami penyakit kronik.

Pelukkan orangtua dapat dengan mudah membantu anak memiliki kesehatan yang mendukung. Fisik yang sehat memungkinkan anak untuk menangkap dan memproses informasi-informasi yang ada di sekitarnya.  Beberapa penelitian yang dilakukan oleh ahli pendidikan dan psikologi kognitif mengindikasikan bahwa pelukan orangtua secara langsung dan tidak langsung dapat meningkatkan beberapa aspek kognitif pada anak, seperti :

Kelancaran berbahasa

Kemampuan berbahasa adalah sesuatu yang dipelajari sejak dini. Latihan yang rutin dalam situasi yang paling nyaman bagi anak dapat membantu meningkatkan kelancaran berbahasa dengan cukup signifikan. Pelukkan orangtua saat sedang bermain bersama, membaca buku cerita, berjalan-jalan, atau saat sedang menonton televisi bersama diyakini dapat meningkatkan kelancaran berbahasa anak hingga 25%.

Ketelitian berhitung

Bagi sebagian peneliti, ketelitian berhitung merupakan hasil latihan yang intensif dengan penggunaan sistem reward dan punishment yang ketat. Namun, bagi banyak peneliti, pelukkan yang rutin dapat meningkatkan ketelititan berhitung dengan sangat mudah. Rasa nyaman dengan diri sendiri dan lingkungan sekitar dapat membantu anak fokus pada apa yang terjadi disekitarnya termasuk fokus pada saat menyelesaikan masalah / soal hitungan yang diberikan kepadanya. Pelukan rutin dari orangtua dapat meningkatkan kenyamanan diri anak hingga ketelitian berhitungnya bisa meningkat sekitar 15%.
Daya imaginasi

Imaginasi adalah kemampuan untuk membentuk suatu ide atau benda konkrit yang baru dan asli. Proses kreasi / kreatif merupakan cara adaptif untuk menampilkan daya imaginasi seseorang. Kenyamanan diri sangat menentukan muncul atau tidaknya proses kreasi.

Pelukan orangtua yang hangat, nyaman, dan menenangkan hampir selalu berhasil menenangkan anak. Pemberian pelukan yang rutin seringkali dimaknai anak sebagai bentuk penerimaan positif orangtua atas dirinya, termasuk penerimaan atas segala ide yang muncul dari diri anak. Hal itu membuat anak lebih lepas dalam memunculkan ide-ide nya di kehidupan sehari-hari. Anak yakin bahwa orangtua akan selalu menilai positif ide – ide kreatif yang ia munculkan.

Keajaiban pelukan orangtua ternyata tak hanya menyentuh perkembangan fisik dan kognitif anak. Keajaiban pelukan orangtua menyentuh jauh lebih dalam hingga menunjukkan pengaruhnya pada aspek emosi / psikososial anak. Para praktisi di bidang psikologi menemukan bahwa pelukan orangtua mempengaruhi aspek-aspek psikologis sebagai berikut:

Expresi emosi

Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa orangtua yang sering memeluk anak dan membelainya dengan penuh kasih sayang, lebih berhasil mengajarkan anak untuk mengekspresikan emosi dengan cara yang adaptif. Anak yang mendapatkan cukup pelukan dan belaian kasih sayang dari orangtua diharapkan dapat menampilkan perilaku penuh kasih yang sama kepada orang lain sebagai sarana mengungkapkan perasaan yang sedang ia rasakan. Di saat bahagia, sedih, atau marah, anak-anak tersebut cenderung menyampaikan perasaannya kepada orangtua tanpa kecemasan dan agresifitas yang berlebihan.
Rasa percaya diri.

Rasa percaya muncul dari rasa diterima oleh lingkungan sekitar dan orang terdekat. Anak lazim memaknai pelukan orangtua sebagai bentuk penerimaan dirinya. Anak yang sering di peluk merasa lebih nyaman dan aman untuk mencoba berbagai hal baru dan menyelesaikan berbagai tantangan disekitarnya. Pelukan orangtua, penerimaan orangtua atas keberhasilan / kegagalan anak, dan pengalaman anak sehari-hari merupakan dasar dari terbentuknya rasa percaya diri yang positif.
Konsep diri.

Konsep diri adalah gambaran yang dipercayai seseorang tentang siapa dirinya. Konsep diri merupakan kumpulan dari kepercayaan yang dimiliki anak tentang dirinya sendiri dan kepercaya yang dipercayai anak dimiliki oleh orang lain tentang dirinya.

Respon positif dari orang terdekat sangat berpengaruh pada pembentukkan konsep diri anak. Anak yang sering dipukul orangtuanya diprediksi akan memiliki konsep diri yang negatif. Anak yang sering dipeluk dan dibelai diprediksi akan memiliki konsep diri yang positif. Anak akan memiliki kepercayaan bahwa ia anak yang menyenangkan karena orangtua selalu menunjukkan rasa sayang kepada dirinya melalui pelukan dan belaian.

Lalu adakah cara khusus untuk memeluk anak?  Beberapa penelitian menunjukkan bahwa cara memeluk anak yang ideal adalah dengan berlutut atau menunduk hingga orangtua dan anak sama tinggi. Selama kurang lebih 5 detik, dekap anak dengan kedua tangan orangtua dan bawa badan anak hingga dada anak bertemu dengan dada orangtua.  Kemudian ajak anak terlibat aktif dalam pelukan tersebut dengan mengucapkan “Berpelukan..” 😉

Facebooktwitterredditpinterestlinkedinmail