Facebooktwitterredditpinterestlinkedinmail

Evi Junita, M.Psi., Psikolog

 

IEP adalah pondasi dari pendidikan untuk anak berkebutuhan khusus. IEP memberikan gambaran tentang pelayanan dan program yang akan diterima anak serta tujuan pembelajaran yang akan dicapai. IEP merupakan bentuk kerjasama tim. Tim dapat terdiri dari orangtua, guru, guru pendamping, terapis, dokter, dan psikolog.  Banyak orangtua dan pendidik merasa menggunakan IEP untuk anak / anak didiknya namun apa itu IEP sebenarnya? Mari kita simak bahasan berikut.

 

Kapan anak disarankan memiliki IEP?

IEP digunakan saat anak memiliki atau mengalami kondisi tertentu. Kondisi tersebut mencakup: miliki kecerdasan yang sangat superior, memiliki bakat tertentu, tinggal berpindah-pindah kota, memiliki hendaya fisik (tuna netra, tuna wicara, tuna grahita, tuna daksa, dll), memiliki hendaya inteligensi (borderline intellectual atau intellectual deficiency), memiliki hendaya konsentrasi,memiliki hendaya sensori, dll

 

Siapa yang sebaiknya menyusun IEP?

IEP sebaiknya disusun oleh beberapa orang. Hal itu ditujukan agar penyusunan IEP objektif dan memiliki criteria evaluasi yang jelas. Dalam team IEP sebaiknya minimal terdiri dari orangtua, guru, dan psikolog perkembangan.

 

Bagaimana proses penyusunan IEP?

Proses penyusunan IEP dimulai dengan proses observasi. Tim yang akan menyusun IEP perlu mengenali siswa dengan baik dan cermat diseluruh aspek kehidupannya. Cara pengenalan dapat dilakukan dengan cara observasi langsung, wawancara pengasuh yang signifikan, penggunaan test formal, penggunaan test informal, atau menggunakan sistem rekaman video kegiatan sehari-hari anak

Setelah proses observasi dan pengumpulan data melalui wawancara, test, dan rekaman video, tim IEP menyusun lebih dulu IEP yang hendak dijalankan. Setelah IEP rancangan pertama selesai, maka tim IEP berdiskusi dengan orangtua terkait hal-hal yang hendak dicapai dan cara pencapaiannya. Jika poin-poin yang ada sudah disepakati bersama, baru IEP disahkan dan dilaksanakan.

 

 

Berapa lama durasi IEP?

IEP biasanya disusun untuk waktu 12 bulan belajar. Dalam IEP ada keterangan yang detail terkait dengan kemampuan anak pada saat itu dan kemampuan yang akan dituju. Durasi 12 bulan adalah durasi yang lama. Banyak hal yang dapat berubah dalam rentang waktu demikian lama. Oleh karena itu, walaupun IEP disusun untuk durasi 12 bulan, IEP meeting untuk melihat progress belajar anak dilakukan tiap 3 atau 4 bulan sesuai dengan kondisi masing-masing anak.

 

Aspek apa saja yang sebaiknya disertakan dalam IEP?

Setiap aspek kehidupan anak sebaiknya ada didalam IEP.

IEP mencakup aspek kognisi atau pembelajaran yang sifatnya akademis dengan level yang disesuaikan terkait kemampuan dan kebutuhan anak. IEP mencakup aspek social terutama yang berkaitan dengan ketrampilan membina relasi dan mengikuti aturan di lingkungan sehari-hari. IEP juga mencakup aspek emosi dan rohani seperti kebiasaan beribadah dan kemampuan untuk mengenali dan mengekspresikan emosi secara adaptif.

 

Siapa yang sebaiknya mengevaluasi IEP?

Evaluator IEP sebaiknya terdiri dari tim yang awalnya menyusun IEP.

 

Selamat berlatih menyusun IEP. Jika ada pertanyaan lain terkait IEP silahkan berdiskusi bersama di FORUM www.klikpsikolog.com atau hubungi admin kami di 0811 118 2412.

Facebooktwitterredditpinterestlinkedinmail