Facebooktwitterredditpinterestlinkedinmail

Siapa yang suka jalan-jalan? Siapa yang suka jalan-jalan bersama keluarga? Yakin banyak yang suka jalan-jalan terutama jalan-jalan bersama keluarga. Liburan akhir pekan, liburan hari kejepit, liburan lebaran, hingga liburan akhir tahun semua penuh manfaat jika direncanakan dan dijalanan secara efektif.

Menyusun liburan dan menjalankannya bersama keluarga termasuk salah satu peran orangtua dalam pengasuhan. Kegiatan ini berkaitan dengan peran orangtua dalam menjaga kesejahteraan anak, mengedukasi anak, dan melatih anak menjadi individu mandiri yang aman dan nyaman dengan dirinya di setiap lingkungan yang ia temui. Dalam sebuah keluarga yang sehat, liburan adalah saat yang dinanti-nanti oleh semua anggota keluarga. Keluar dari rutinitas, menambah senyuman di wajah kita dan anak, serta menambah kenangan indah keluarga.

Sebenarnya, apa saja manfaat liburan bagi orangtua dan anak-anak?

· Menambah emosi postif

Liburan identik dengan kebahagiaan. Gerakan lincah, hati ceria, dan senyum yang mereka seringkali mengindikasihan perasaan bahagia. Perasaan bahagia dipercaya magnet bagi perasaan puas, percaya diri, cinta kasih, dan santai (relax).

· Memberikan kesempatan belajar langsung

Dikala rutinitas sekolah mulai menurunkan semangat belajar maka liburan bisa menjadi penyemangat belajar. Hampir seluruh anak usia sekolah senang belajar dengan teknik hands-on. Mendatangi museum untuk belajar sejarah, mengenal hewan dengan berkunjung ke kebun binatang, mempelajari reaksi kimia dengan kunjungan kepabrik, atau latihan membantu orang lain dengan berkunjung ke panti asuhan.

· Menambah rekam memori bahagia

Emosi berperan penting dalam mempertahankan jejak memori di otak. Emosi positif yang kuat diyakinin menjadi salah satu hal yang dapat membuat jejak memori yang dalam. Emosi positif yang muncul saat liburan diprediksi akan membuat memori indah bertahan untuk waktu yang lama di ingatan setiap anggota keluarga yang terlibat.

· Memberikan kesempatan explorasi tempat baru bagi anak dan orangtua

Mengunjungi tempat yang baru, melihat benda-benda baru, berkenalan dengan teman-teman baru memberikan pengalaman dan petualangan baru yang menyenangkan bagi orangtua dan anak. Kesempatan eksplorasi lingkungan baru, makanan baru, atau kebudayaan baru bukanlah kesempatan yang datang setiap hari namun pasti hal yang dinanti-nanti oleh semua anggota keluarga.

· Meningkatkan keakraban antar anggota keluarga

Kasih sayang yang muncul dari perasaan bahagia saat berliburan bersama dipercaya dapat meningkatan keakraban antar anggota keluarga. Komunikasi santai antar anak dan orangtua dapat memberikan efek positif para hubungan antar anak dan orangtua. Canda tawa riang dan situasi relax selama liburan dapat meningkatkan kepuasan ibu dan ayah pada pernikahan, keluarga, pasangan, anak, dan diri sendiri.

Untuk mendapatkan manfaat liburan diatas, apa ada trik tertentu dalam menyusun rencana liburan?

1.   Kenali kebutuhan anak

Usia, jenis kelamin, dan kegemaran anak sering kali memberikan perbedaan pada kebutuhan liburan anak. Anak perempuan usia 15 tahun diyakinkan memiliki preferensi tujuan liburan yang beda dengan anak laki-laki usia 3 tahun. Sang anak perempuan mungkin akan memilih menghabiskan waktu liburan di dalam cottage dipinggir pantai, sementara anak laki-laki memilih bermain pasir selama liburan di pantai.

2.   Kenali kondisi orangtua

Ketika kita berlibur bersama anak-anak kenali pula kondisi kita. Apakah kita sedang mengalami limitasi gerak? Apakah ada limitasi bahasa dalam memilih kota/negara tujuan? Dan apakah ada limitasi financial terkait budget liburan?

3.   Pilih tempat yang sesuai dengan kondisi orangtua dan dapat memfasilitasi kebutuhan anak

Setelah gambaran kebutuhan anak diperoleh secara lengkap dan orangtua sudah berdiskusi terkait kemampuannya dalam menyiapkan liburan maka selanjutnya orangtua dapat menentuan daftar tempat tujuan yang dapat memfasilitasi kedua aspek tersebut.

Sebagai contoh, sebuah keluarga dengan orangtua bekerja full time yang tinggal di Jakarta serta terdiri dari ayah, ibu, anak laki-laki usia 5 tahun yang gemar dengan kereta api, dan anak perempuan usia 3 tahun yang senang bermain pasir dapat memilih pantai ancol sebagai destinasi liburan keluarga di akhir pekan.

4.   Survey

Setelah mendapatkan pilihan tempat berlibur yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi keluarga, maka selanjutnya orangtua dapat melakukan survey lokasi untuk menentukan persiapan apa saja yang perlu dilakukan. Orangtua dapat mencek cuaca sekitar, tempat dan menu makan keluarga, jadwal keberangkatan kereta api bende di ancol, dan tempat bermain pasir yang aman dan menyenangkan.

5.   Rencanakan kegiatan selama berlibur secara detail

Pilihan tempat berlibur sudah didapatkan dan survey lokasi juga sudah dilakukan, selanjutnya orangtua dapat menyusun rencana perjalanan seperti jam keberangkatan, prediksi jam kedatangan di ancol, jadwal kegiatan bersama, rencana belajar / eksplorasi lingkungan sekitar ancol, jadwal tempat yang akan dikunjungi, jadwal makan/istirahat, serta jadwal pulang.

6.   Siap diri untuk segala kemungkinan yang terjadi selama liburan

Segala persiapan sudah disusun. Rencana kegiatan pun sudah disiapkan. Namun sebaiknya selalu bersiap terhadap perubahan rencana tiba-tiba yang mungkin disebaban oleh beberapa hal yang sudah diprediksi atau belum diprediksi sebelumnya seperti cuaca.

Peran orangtua sungguh bervariasi dan lengkap. Peran orangtua dalam menyiapkan waktu dan saran rekreasi untuk anak merupakan hal yang penting bagi kesejahteraan emosional anak. Anak sehat, cerdas, dan bahagia adalah harapan seluruh orangtua.

Facebooktwitterredditpinterestlinkedinmail