Facebooktwitterredditpinterestlinkedinmail

Setiap anak itu unik, artinya setiap anak memiliki minat dan bakatnya sendiri. Minat dan bakat akan ditunjukkan oleh anak dengan berbagai cara. Oleh karena itu orangtua harus peka untuk mengenalinya, dimulai sejak anak berusia dini. Hal ini dapat dilihat dari jenis aktivitas apa yang paling disukai anak, seberapa lama intensitasnya dan bagaimana anak melakukan aktifitas tersebut.

Berikut adalah beberapa cara lain yang dapat dilakukan orangtua untuk membantu mengembangkan minat dan bakat anak:

Memfasilitasi anak dengan berbagai wawasan dan aktivitas

Buatlah suasana yang nyaman dan mendukung untuk mengeksplor keterampilan yang ada pada diri anak. Beri kesempatan pada anak untuk selalu mengeksplor aktivitas baru. Misalnya, ketika orangtua sedang memasak, ajak anak untuk melihat dan ikut melakukan langsung aktivitas memasak dimulai dari tahap yang mudah dan aman untuk anak.

Meskipun anak terlihat antusias pada satu bidang, orangtua sebaiknya tidak perlu ragu untuk memberikan beberapa pengetahuan dan aktivitas lain seperti menggambar, membuat prakarya dari barang bekas, bermain merakit kapal hingga ikut melibatkan anak ketika  orangtua sedang melakukan kegiatan sosial. Kesempatan ini berguna agar anak mampu menemukan bakat-bakat lain yang dimilikinya, sehingga pada akhirnya ia mampu menentukan aktivitas apa yang terbaik untuk dirinya.

Berilah anak dukungan dengan sepenuhnya

Tidak hanya memberi dukungan dan fasilitas secara materi saja, namun orangtua harus memberikan dukungan secara psikologis, seperti memberikan pujian saat anak menunjukkan peningkatan pada suatu aktivitas yang dikerjakannya, memberikan motivasi, selalu ada jika anak membutuhkan bantuan/arahan dan tidak membanding-bandingkan anak dengan saudara atau temannya. Percayalah pada usaha dan kemampuan anak. Dengan dukungan seperti ini anak akan lebih semangat dan percaya diri untuk mengasah minat dan bakatnya.

Melakukan latihan

Jika anak sudah terlihat memiliki bakat dibidang seni namun ia tampak tidak berminat, hendaknya orangtua tidak memaksakan kehendak pada anak. Berilah anak waktu untuk mengenali lebih dalam akan bidang tersebut dengan cara memaparkan semua yang berhubungan dengan bidang tersebut agar anak dapat memutuskan pilihannya sendiri. Sedangkan jika anak tidak berbakat dalam menggambar namun memiliki minat dalam menggambar, orangtua dapat memberikan kesempatan pada anak untuk berlatih atau mengikuti kursus, sehingga anak dapat menjadi seseorang yang handal dalam menggambar.

Jadi, anak yang memiliki minat pada suatu bidang, belum tentu memiliki bakat pada bidang itu. Namun jika kemampuan anak diasah maka ia dapat menghasilkan karya yang baik pula.

Tunjukkan minat dan bakat orangtua pada anak

Bagaimanapun juga, perilaku anak adalah cerminan dari orangtuanya. Hal terpenting yang harus dillakukan orangtua adalah menjadi teladan untuk anak. Dalam kaitannya dengan mengembangkan minat dan bakat anak, orangtua perlu untuk menunjukkan kecintaan pada hobi atau pekerjaannya. Karena orangtua yang mencintai pekerjaannya akan mengajarkan anak betapa penting peran minat dan bakat seseorang dalam kehidupan sehari-hari dan di masa yang akan datang.

Ikuti tes minat bakat

Apakah dalam hidupnya setiap anak wajib melakukan tes minat bakat? Jawabannya adalah tidak. Namun tes minat bakat dapat menjadi informasi pelengkap bagi orangtua dan anak, agar anak dapat mengenal dirinya sendiri. Orangtua dapat berkonsultasi dengan psikolog untuk melakukan tes minat bakat pada anak.

 

Penulis: Amelia Ajrina, S.Psi

Facebooktwitterredditpinterestlinkedinmail