Facebooktwitterredditpinterestlinkedinmail

Zaman sekarang hampir semua keluarga di Indonesia menggunakan jasa PRT atau pembantu Rumah Tangga, baik yang harian maupaun menginap. Dari tugas rumah tangga yang lumayan berat seperti mencuci pakaian sampai yang paling ringan seperti me-lap kaca. Keterlibatan anak dalam menyelesaikan tugas rumah tangga pun menjadi semakin jarang. Dan sering kali menemukan orangtua yang berfikir anak sudah terlalu capek dengan tugas dan kegiatan sekolah maupun di luar sekolah, jadi dengan alasan seperti itu orangtua merasa tidak perlu mengenalkan dan melibatkan anak dalam keterampilan rumah tangga

Padahal mengenalkan dan melibatkan anak dalam keterampilan  rumah tangga sangat penting, terutama anak yang memiliki waktu luang yang sedikit, orangtua punya andil besar untuk mengenalkan dan melibatkan anak dalam keterampilan rumah tangga. Karena keberhasilan anak mencerminkan teknik pengasuhan orangtua. Dimulai dari kegiatan yang sering anak lakukan seperti; Membereskan mainan, meletakkan pakaian kotor di tempatnya, mencuci bekas makan pribadi  dan merapika tempat tidur. Usahakanlah untuk selalu melibatkan anak. Karena sekecil apapun usaha mereka, pasti akan memberikan manfaat untuk kehidupan di masa mendatang.

Lalu, apa sajakah keuntungan dari melibatkan anak dengan pekerjaan rumah tangga?

  1. Mengajarkan tanggung jawab dan pentingnya menyelesaikan tugas.

Yang pertama ini sangat penting. ketika anak sudah mengenal arti tanggung jawab dan menyelesaikan tugas, anak akan segera mengerjakan hal tersebut tanpa menunda-nunda. Dan tentunya kebiasan ini juga akan menguntungkan dirinya dimasa depan menjadi orang yang disiplin. Mengenalkan tanggung jawab dimulai dari kegiatan sederhana, seperti membereskan mainan setelah bermain

  1. Mengembangkan kepercayaan diri

Tanggung jawab yang diberikan oleh orangtua kepada anak adalah agar anak merasa dipercaya. Ketika mereka berhasil menyelesaikan suatu pekerjaan, anak akan mampu. Sehingga timbullah rasa kepercayaan diri pada anak

  1. Melatih kemandirian

Setelah terbiasa menyelesaikan beberapa tugas kecil, dan merasa mampu. Maka, anak akan semakin mandiri, dan tidak tergantung lagi dalam segala hal.

  1. Mengembangkan motorik dan melatih koordinasi visual

Pada saat anak mengerjakan tugas rumah, secara otomatis mereka menggunakan ototnya. Hal ini bisa menstimulasi motorik kasar dan halusnya. Selain itu, sistem koordinasi mata dengan tangan akan bekerja. Misalnya, pada saat mencuci piring. Anak harus memegang piring yang licin, membersihkan kotorannya, lalu membilas.

  1. Melatih kebersihan dan ketertiban

Karena terbiasa membersihkan bekas mainan, atau merapikan tempat tidur. Anak akan menemukan sendiri bahwa sesuatu yang bersih dan terorganisir dengan akan memudahkan mereka.

 

Penulis : Nurfarida Sari, S.Psi

 

Facebooktwitterredditpinterestlinkedinmail