Facebooktwitterredditpinterestlinkedinmail

Apakah ananda susah makan ? Ananda hanya mau minum susu? Ananda hanya mau makan makanan yang diblender? atau nanda tidak suka sayuran dan buah?

Semua ayah bunda pasti senang ketika melihat buah hati nya nafsu makan dan tidak pilih-pilih makanan. Makan dengan lahap, nutrisi ditubuh terpenuhi, berat badan seimbang. Namun, ayah bunda juga pasti akan merasa sedih dan khawatir ketika anak mulai tidak nafsu makan dan hanya cenderung makan makanan yang itu-itu saja. Mungkin sebagian ayah bunda pernah mengalami Atau pernah mendengar anak dengan kondisi tersebut. Ketika masih di usia 8  bulan ke atas anak sangat nafsu makan tetapi memasuki usia 3 tahun atau di usia matangnya, dimana seharusnya anak sudah mampu memakan makanan yang bertekstur keras & bervariasi sering terlihat pilih-pilih makanan atau bahkan hanya mau memakan makanan yang lembut di mulut alias di blender.

Sebagian ayah bunda berpikir anak ingin merasakan cita rasa yang lain, atau mungkin bahkan berpikir itu adalah trauma pada makanan. Tapi tahukah ayah bunda ? Bahwa kondisi tersebut adalah problem klasik yang sejak lama terjadi. Pada umumnya gangguan tersebut disebabkan karena gangguan oral motor yang sering terjadi pada penderita sensitif saluran cerna terutama dengan keluhan muntah dan mual. Apa itu gangguan oral motor ?

Proses makan terjadi mulai dari memasukkan makan di mulut, mengunyah dan menelan. Keterampilan dan kemampuan koordinasi pergerakan motorik kasar di sekitar mulut sangat berperan dalam proses makan tersebut. Pergerakan morik berupa koordinasi gerakan menggigit, mengunyah dan menelan dilakukan oleh otot di rahang atas dan bawah, bibir, lidah dan banyak otot lainnya di sekitar mulut. Gangguan proses makan di mulut atau disebut gangguan oral motor seringkali berupa gangguan mengunyah makanan. Hal inilah yang mengakibatkan anak hanya bisa minum susu atau makanan blender dan tidak bisa makan jenis lainnya.

Pengalaman klinis di Picky Eaters Clinic Jakarta didapatkan sekitar 30% anak yang mengalami gangguan proses makan di mulut atau gangguan oral motor. Gangguan oral motor atau pergerakan motorik mulut ini akan mengakibatkan gangguan mengunyah dan menelan. Tampilan klinis yang terjadi adalah mengalami kesulitan dalam makan bahan makanan yang berserat atau bertekstur kasar seperti sayur atau daging sapi (empal). Analisa kejadian ini berkembang bahwa apakah anak memang “tidak mau” makan sayur atau memang “tidak bisa” makan sayur.

Pada umumnya, orang tua penderita kadang tidak khawatir karena berat badan anak tetap baik, anak lincah dan tetap pintar. Pada sebagian besar kasus, anak tidak mengalami gangguan kenaikan berat badan karena asupan makanan yang tidak bisa masuk diganti dengan susu. Anak tidak mengalami gangguan berat badan karena minum susunya sangat banyak. Namun pada sebagian kasus lainnya, berat badan anak tidak baik bila selain sulit makan susu juga tidak mau. Nah bagaimana cara orangtua mengenali ciri-ciri gangguan oral motor pada anak ? Berikut adalah ciri-ciri umum yang terjadi pada anak dengan gangguan oral motor.

  1. Keterlambatan makanan kasar tidak bisa makan nasi tim saat usia 9 bulan, belum bisa makan nasi saat usia 1 tahun sehingga makan harus selalu diblender pada usia di bawah 2 tahun.
  2. Anak tidak bisa makan sayur, buah dan makanan tertentu. Hal ini terjadi bukan karena anak tidak suka tetapi anak tidak bisa mengunyah dan menelan makanan tersebut. Biasanya anak tidak bisa makan bahan makanan yang bertekstur kasar dan berserat seperti daging sapi (empal) atau sayur seperti kangkung, sehingga anak akan lebih suka makanan yang bertekstur lembut seperti mi, makaroni, telor, air jeruk. Kadang sayur yang bisa dimakan adalah sayur yang tidak berserat seperti wortel, kentang, bayam atau brokoli.
  3. Anak lebih suka makanan yang “cryspy” atau kriuk, dengan karakteristik anak hanya suka kerupuk, biskuit atau bila makan ayam goreng hanya dimakan bagian yang kriuknya.
  4. Anak juga tidak suka makanan yang beraroma amis seperti ikan laut, hati sapi atau makanan amis lainnya.
  5. Anak juga tidak suka dengan rasa yang terlalu kuat seperti terlalu manis sebaliknya anak lebih suka yang asin.
  6. Karakter lainnya anak juga tidak suka makanan yang lengket di mulut seperi dodol lunak, kue lapis tradisional atau makanan lengket lainnya.
  7. Bila anak sedang muntah dan akan terlihat tumpahannya terdapat bentukan nasi yang masih utuh. Hal ini menunjukkan bahwa proses mengunyah nasi tersebut tidak sempurna tetapi kemampuan untuk makan bahan makanan yang keras seperti kerupuk atau biskuit tidak terganggu, karena hanya memerlukan beberapa kali kunyahan.
  8. Gangguan koordinasi motorik mulut ini juga mengakibatkan kejadian tergigit sendiri bagian bibir atau lidah secara tidak sengaja. Gangguan ini tampaknya bersifat heriditer atau menurun dari orang tua. Biasanya salah satu orang tuanya juga mengalami gangguan proses makan di mulut, seperti bila makan selalu cepat selesai, tidak dikunyah banyak langsung ditelan dan suka pilih-pilih makanan.
  9. Kelainan lain yang berkaitan dengan koordinasi motorik mulut adalah keterlambatan bicara dan gangguan bicara (cadel, gagap, bicara terlalu cepat sehingga sulit dimengerti).

Gangguan oral motor biasanya disertai  gangguan keseimbangan dan motorik kasar lainnya seperti tidak mengalami proses perkembangan normal duduk, merangkak dan berdiri. Sehingga terlambat bolak-balik (normal usia 4 bulan), terlambat duduk merangkak (normal 6-8 bulan) atau tidak merangkak tetapi langsung berjalan, keterlambatan kemampuan mengayuh sepeda (normal usia 2,5 tahun), jalan jinjit, duduk bersimpuh leter “W”. Bila berjalan selalu cepat, terburu-buru seperti berlari, sering jatuh atau menabrak, sehingga sering terlambat berjalan. Ciri lainnya biasanya disertai gejala anak tidak bisa diam, mulai dari overaktif hingga hiperaktif. Juga sering diikurti gangguan perilaku seperti gangguan emosi kadang emosinya sangat tinggi, keras kepala, mudah marah serta sulit berkonsentrasi, gampang bosan dan selalu terburu-buru.

Gangguan lain yang sering terjadi adalah daya tahan tubuh anak jelek sehingga anak sering mengalami infeksi virus ringan seperti radang tenggorokan, batuk, pilek, demam. Rumitnya begitu anak terkena sakit maka akan memperburuk nafsu makan dan kemampuan oral motornya karena saat sakit saluran cernanya lebih terganggu. Pada saat sakit anak lebih mudah muntah, sakit perut atau gangguan buang air besar.

Anak dengan kondisi susah makan bukanlah perkara yang mudah untuk ditangani. Diperlukan perhatian dan kesabaran ekstra ayah bunda untuk mengatasinya. Menemani ketika anak makan, menciptakan suasana nyaman ketika makan bersama dan menu makanan yang varian bisa mendukung anak agar tidak pilih-pilih makanan.

Semoga bermanfaat, Happy Parenting 🙂

Penulis: Nurfarida Sari, S.Psi

picture : https://unsplash.com/photos/jjCWRxTlATc

Facebooktwitterredditpinterestlinkedinmail