Facebooktwitterredditpinterestlinkedinmail

 

baby-boy-and-girl

Anak perempuan dan anak laki-laki selalu dipandang memiliki peran yang berbeda, baik di lingkungan keluarga maupun di masyarakat. Anak perempuan akan dipersepsikan menjadi pribadi yang lemah lembut, penuh kasih sayang, memiliki rasa peduli, dengan kegiatan yang lebih banyak dilakukan di dalam rumah, seperti main masak-masakan, main boneka, membuat prakarya, dll. Sedangkan anak laki-laki akan dipersepsikan menjadi pribadi yang tegas, mandiri, pemberani, kuat, yang permainannya lebih ke arah di luar rumah dan bersifat kasar, seperti main sepak bola, kelereng, robot, mobil balap, dll.
Pemberian kegiatan, sifat dan tingkah laku yang berbeda pada anak laki-laki dan anak perempuan sebagai usaha untuk memerankan perannya dalam bersosialisasi di masyarakat disebut dengan sex-typing. Jika anak perempuan meniru perilaku ibunya maka ia akan mendapat pujian, namun jika anak laki-laki yang meniru maka akan menjadi pandangan yang berbeda dari orang lain. Contohnya ketika anak perempuan yang tampil centil dan cantik meniru ibunya dengan menggunakan dress pendek dan rambut ditata lucu, maka lingkungan akan memberikan pujian atau apresiasi yang positif namun jika hal tersebut dilakukan pada anak laki-laki, maka apresiasi negatif yang akan diterimanya dari lingkungan.
Adanya perbedaan perlakuan lingkungan terhadap jenis kelamin pada anak laki-laki dan perempuan, secara langsung membuat anak laki-laki terlatih dalam proses memecahkan persoalan dan bersikap independen. Dalam sebuah penelitian, menyatakan bahwa perpisahan dengan ayah pada usia dini (sekita di usia 4 tahun) akan lebih mengganggu sex-typing anak laki-laki daripada jika terjadi saat anak sudah melewati usia 6 tahun. Sebaliknya, tidak adanya sosok ayah tidak berpengaruh terhadap sex-typing anak perempuan.
Tidak ada figur ayah dalam keluarga dapat tergantikan dengan tokoh lain di dalam keluarga, seperti kakak laki-laki, paman, dan kakek. Anak laki-laki yang memiliki figur laki-laki di rumahnya akan lebih asertif (mampu menyampaikan pendapatnya tanpa ragu) dan lebih mandiri.

Facebooktwitterredditpinterestlinkedinmail