Facebooktwitterredditpinterestlinkedinmail

Kegiatan belajar saat ini masih diidentikkan sebagai kegiatan yang serius dan harus dilakukan oleh anak-anak. Duduk manis, buka buku, latihan soal matematika, menghafal tulisan-tulisan yang ada di buku dan lain sebagainya. Terkadang tidak hanya ketika di sekolah saja anak-anak dituntut untuk belajar, tapi ketika sudah di rumah pun anak-anak akan diminta belajar oleh orangtuanya.

Ada anak yang menikmati proses belajar dengan cara duduk manis, buka buku, latihan soal dan menghafal tulisan yang ada di buku. Namun bagaimana dengan anak yang sudah merasa jenuh untuk belajar lagi di rumah, ketika mereka merasa sudah cukup lelah dengan kegiatan belajar di sekolah?

Sebagai orangtua, kita mempunyai tangung jawab untuk membimbing anak dalam kegiatan belajar di rumah. Namun kita sendiri yang akan menentukan  menjadi orangtua yang seperti apa. Ketika kita menemani anak belajar di rumah. Apakah akan menemani anak belajar dengan memasang muka kurang enak? atau dengan cara membantu anak belajar secara tidak langsung dimana cara tersebut  merupakan kegiatan belajar yang dapat diberikan label seperti pelajaran yang telah diberikan di sekolah.

Misalnya mengajarkan anak di rumah untuk menjaga kebersihan baik diri dan lingkungan yang sesuai dengan pelajaran IPA atau Bahasa Indonesia, mengenalkan anggota keluarga besar dengan sebutannya dan cara berinteraksi yang sesuai  dengan pelajaran IPS atau PKn. Untuk pelajaran matematika, kita bisa menggunakan benda-benda di sekitar kita dengan menanamkan konsep dasar matematika seperti berhitung, penjumlahan dan pengurangan.

 

Penulis: Eni Rosintan, S.Pd.I

Facebooktwitterredditpinterestlinkedinmail