Facebooktwitterredditpinterestlinkedinmail

 

“Mengulang” dalam satu tahapan pendidikan sering kali dijadikan momok bagi beberapa pihak. Banyak pertanyaan dan alasan yang dikemukakan untuk mengindari fase mengulang. Mulai dari “Sayang umurnya” hingga “Sayang biayanya”. Namun sayangnya, ada satu hal yang sering kali lupa diperhatikan yaitu “Sayang masa depan anak”.

Pendidikan anak usia dini (PAUD) adalah jenjang pendidikan sebelum jenjang pendidikan dasar yang merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan bagi anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun sebelas bulan yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut, yang diselenggarakan pada jalur formal, nonformal, dan informal.

Pendidikan anak usia dini merupakan salah satu bentuk penyelenggaraan pendidikan yang menitikberatkan pada peletakan dasar ke arah pertumbuhan dan 5 perkembangan, yaitu : perkembangan moral dan agama, perkembangan fisik (koordinasi motorik halus dan kasar), kecerdasa/kognitif (daya pikir, daya cipta), sosio-emosional (sikap dan emosi) bahasa dan komunikasi, sesuai dengan keunikan dan tahap-tahap perkembangan sesuai kelompok usia yang dilalui oleh anak usia dini seperti yang tercantum dalam Permendiknas no 58 tahun 2009.

Pendidikan yang dilakukan sesuai dengan keperluan anak dan usia anak biasanya akan memberikan lebih banyak manfaat daripada kesulitan dimasa depan anak kita. PAUD diharapkan dapat membantu perkembangan anak untuk tumbuh dan berkembang sesuai dengan tingkat perkembangannya sehingga memiliki kesiapan yang optimal di dalam memasuki pendidikan dasar serta mengarungi kehidupan pada masa dewasa. PAUD juga membantu menyiapkan anak mencapai kesiapan belajar (akademik) di sekolah, sehingga dapat mengurangi usia putus sekolah dan mampu bersaing secara sehat di jenjang pendidikan berikutnya.

Masa PAUD adalah masa penentuan. Keberhasilan di PAUD kunci keberhasilan di rentang pendidikan selanjutnya. Keberhasilan di usia PAUD bisa menjadi indikator kebahagian masa depan anak. Rentangan anak usia dini menurut Pasal 28 UU Sisdiknas No.20/2003 ayat 1 adalah 0-6 tahun. Sementara menurut kajian rumpun keilmuan PAUD dan penyelenggaraannya di beberapa negara, PAUD dilaksanakan sejak usia 0-8 tahun.

Banyak hal yang mungkin terjadi ketika transisi didalam masa PAUD tidak sesuai dengan usia anak. Beberapa yang perlu dikhawatirkan adalah:

  1. Berkurangnya minat belajar dan berlatih pada anak
  2. Rasa kepercayaan diri yang rendah
  3. Impulsifitas tinggi
  4. Cenderung menjadi follower daripada leader
  5. Bingung menentukan tujuan dimasa depan
  6. Membutuhkan bantuan lebih untuk membina networking dikemudian hari
  7. Kurang mandiri dalam pengelolaan financial

Resiko yang terlalu besar jika dibandingkan dengan memberikan waktu yang lebih lama bagi anak untuk menjalani pendidikan usia dininya dirumah atau disekolah sesuai dengan tahapan usianya.

Anak-anak yang lahir di bulan Oktober hingga Desember seringkali menjadi anak yang masuk sekolah lebih cepat dari usianya. Masuk playgroup di usia 2 tahun 7 bulan atau masuk SD di usia 5 tahun 7 bulan. Ada yang berpendapat bahwa kurang umur yang sedikit itu tidak akan membawa masalah dikemudian harinya. Namun ada juga yang berpendapat sebaliknya. Ada yang berpendapat lebih baik mengulang satu tahun di TK A daripada masuk SD di usia yang masih 5 tahun.

Terlepas dari kondisi masing-masing anak yang unik, mengulang di TK sesungguhnya adalah keputusan yang bijaksana. Menunggu satu tahun artinya:

  • Memberikan kesempatan untuk fisik motorik anak berkembang lebih matang
  • Memberikan kesempatan anak berlatih berinteraksi dengan teman sebayanya dengan lebih menyenangkan dan positif
  • Memberikan kesempatan anak untuk menikmati waktu kanak-kanaknya yang hanya sekali dengan bermain penuh kegembiraan
  • Memberikan kesempatan pada anak untuk melatih kemandiriannya dalam mengungkapkan ide pikiran dan perasaannya
  • Memberikan kesempatan bagi anak dan orangtua untuk melatihkan tanggung jawab pada anak sesuai dengan usianya
  • Memberikan kesempatan pada orangtua untuk mengenalkan aktivitas-aktivitas menarik yang dapat menunjang perkembangan minat dan bakat anak dikemudian hari

Memberikan waktu lebih artinya memberikan kesempatan anak untuk mempersiapkan masa depan yang gemilang.

Happy Parenting.

 

Penulis : Evi Junita, M.Psi, Psikolog

 

Facebooktwitterredditpinterestlinkedinmail