Facebooktwitterredditpinterestlinkedinmail

Sebagian besar dari kita mungkin masih banyak yang menganggap kemampuan literasi sebagai kemampuan membaca, padahal ternyata kemampuan literasi menjangkau hal yang lebih luas dari sekedar membaca loh ayah bunda. Meningkatkan kemampuan literasi pada anak tidak hanya untuk membantu kemampuan  membaca dan menulis, namun juga  untuk belajar mengenal kata, bahasa,  mengenali dan memahami berbagai ide atau informasi yang disampaikan, baik dari buku, suara, video, dan sumber informasi lainnya.

Mengembangkan kemampuan literasi pada anak sejak dini dapat menjadi modal yang baik bagi anak dalam menghadapi masa mendatang.  Kemampuan literasi yang dimiliki akan membantu anak dalam beraktivitas seperti membaca, menulis, menghitung, mengembangkan kemandirian, meningkatkan prestasi akademik, mempersiapkan diri memasuki sekolah hingga mengembangkan kemampuan komunikasi dan sosialisasi dengan orang lain maupun lingkungan sekitar. Dan salah satu yang utama, kemampuan literasi akan membantu anak mengembangkan kemampuan berpikir secara kritis dan logis dalam menghadapi berbagai situasi. Semakin tinggi kemampuan literasi yang dimiliki anak akan membantunya dalam menerima dan mengolah informasi sehingga anak dapat menyimpulkan dan memecahkan masalah dalam menyikap infomasi yang diterima.

Lalu, apa yang bisa kita lakukan untuk membantu anak dalam meningkatkan kemampuan literasinya sejak dini ? Berikut 8 cara meningkatkan kemampaun literasi anak sejak usia dini

  1. Ngobrol

Bicara alias ngobrol dengan anak dapat membantu anak mengembangkan kosa kata, kemampuan bahasa, kemampuan menyampaikan ide, dan menstimulus otak. Ajak anak untuk ngobrol dengan hal-hal yang sederhana seperti, “kita menggambar yuk”, “kakak, lihat deh langitnya biru sekali” atau “kira-kira hari ini kita makan apa ya yang enak?”. Ngobrol juga dapat dilakukan dengan mengajak anak untuk sharing tentang kegiatan dan apa yang mereka rasakan, yang dilihat, dibaca atau didengar seperti “kakak tadi apa saja kegiatannya di sekolah?” atau “gimana kakak tadi senang jalan-jalannya?” ayah bunda dapat menolong anak dengan memberikan kata-kata yang dapat membantu anak menjelaskan perasaan atau emosi yang dirasakan. Hal ini dapat akan membantu anak untuk memahami dan mengenal emosi yang dirasakan oleh mereka sendiri maupun orang lain.

  1. Membaca dongeng

Membaca dongeng untuk anak secara rutin akan membantu anak untuk mendengar dan melihat kosa kata baru yang mungkin belum pernah diketahuinya. Luangkan waktu 5-10 menit menjelang tidur untuk membacakan dongeng. Ceritakan dongeng dengan bersuara, hal ini akan membantu anak untuk mengenal bunyi kata, suara dan nada bahasa yang ayah bunda ucapkan.

  1. Bermain peran storyteller

Ajak anak untuk bermain peran, ayah bunda dapat menjadi storyteller dan anak menjadi pendengarnya. Gunakan cerita yang mengandung kosa kata baru yang mungkin belum dikenali anak saat ngobrol sehari-hari seperti nama-nama bunga, hewan atau planet. Bila usia anak sudah cukup besar, ajak anak untuk bergantian peran menjadi pendongeng sedangkan ayah bunda dapat menjadi pendengarnya. Pastikan untuk mengajukan pertanyaan sederhana saat sedang bercerita seperti “menurut kakak, anak laki-laki ini harus naik bus ke arah mana ?”. Hal ini akan membantu anak menjadi kreatif, melatih kemampuan bicara dan kemampuannya dalam memahami situasi.

  1. Melakukan tugas bersama

Belanja ke pasar dapat menjadi salah satu kegiatan yang melatih kemampuan literasi anak loh ayah bunda. Saat ayah bunda membuat list belanja, tanyakan kepada anak apa yang harus dituliskan ke dalam list belanja dan biarkan anak untuk menuliskannya. Setibanya di pasar atau swalayan, biarkan anak untuk menyentuh benda-benda yang ada disekitarnya, seperti menyentuh buah nanas yang kulitnya kasar dan buah apel yang kulitnya halus. Ajukan pertanyaan yang dapat membuat anak menggunakan kata-kata deskriptif, seperti “kok beda ya rasanya kulit nanas dan apel “?

  1. Ajukan pertanyaan terbuka

Kerap kali kita menggunakan cara mudah saat bertanya pada anak yang hanya membuat anak menjawab “ya” atau “tidak” “nggak” seperti “kakak sudah makan ?” “belum”. Pertanyaan yang bersifat tertutup ini kurang efektif dalam mengembangkan kemampuan bahasa anak. Gunakan pertanyaan yang mengharuskan anak menggunakan lebih banyak kata saat percakapan, dimulai dari kata benda, kata sifat dan kata benda, hingga kalimat efektif. Sebagai contoh, “robotnya kita simpan disini ya, ini apa namanya ?” pada tahap awal, anak mungkin hanya akan memberikan jawaban sederhana seperti, “kotak”. Lalu lihat secara berkala kira-kira apakah anak dapat mengembangkan jawabannya, misalnya “kotak biru” atau bahkan lebih baik anak dapat menjawabnya dengan kalimat penuh “robotnya kita masukan ke kotak biru”

  1. Bernyanyi

Ajak anak untuk bernyanyi dan mendengarkan musik. Kegiatan ini dapat membantu untuk mendengar berbagai kata dan nada atau suara yang berbeda. Saat anak bernyanyi, mereka akan melafalkan berbagai kata baru. Hal ini akan melatih anak perbedaan suara dalam mengucapkan kata-kata hingga meningkatkan kemampuan berpikir. Lagu anak-anak yang berima dapat membantu anak melatih kepekaan berbahasa, seperti bagaimana bunyi sebuah kata. Berbagai kemampuan tersebut akan membantu anak ketika mereka mulai belajar membaca.

  1. Rekam cerita anak

Ayah bunda dapat merekam cerita anak di dalam handphone atau menuliskannya kembali dalam bentuk buku, animasi atau slide show di handphone. Anak akan melihat transformasi kata-kata lisan mereka saat bercerita menjadi kata-kata yang sudah ditulis. Cerita-cerita tersebut dapat dilihat dan dibaca kembali oleh anak untuk membantu kemampuan anak dalam memahami kosa kata, struktur cerita dan tata bahasa.

  1. Menulis

Saat usia anak sudah cukup besar, ajak anak untuk menulis. Dengan menulis anak dapat belajar memindahkan kata dan bunyi huruf yang didengar sebelumnya ke dalam simbol-simbol (tulisan) secara mandiri.

Semoga bermanfaat yaa ayah bunda. Happy parenting 🙂

Penulis : Fakhrani Isti Irsalina, S.Psi

picture: freepik.com

 

Facebooktwitterredditpinterestlinkedinmail