Facebooktwitterredditpinterestlinkedinmail

mens

Awal menstruasi merupakan peristiwa penting dalam kehidupan seorang anak gadis. Beberapa gadis terkadang suka cita menyambut kedatangan menstruasi pertamanya sementara yang lain merasa bingung dan takut, apalagi jika menstruasi pertama datangnya lebih cepat dibandingkan usia seharusnya. Namun jika orangtua menunggu anak telah mendapatkan menstruasi untuk membicarakan tentang menstruasi, itu adalah hal yang terlambat.

Rata-rata sebagian besar gadis mulai menstruasi ketika berusia 12-13 tahun, meskipun tidak menutup kemungkinan ada diantaranya yang lebih cepat atau terlambat dari usia itu. Hal itu dapat dipengaruhi dari pola hidup, jenis makan atau keadaan psikologis anak. Lalu apa yang dapat dilakukan orangtua ketika si gadis sudah mendapatnya menstruasi pertamanya?

Orangtua dapat mengamati sejauh mana pengetahuan anak mengenai menstruasi. Anak kemungkinan besar sudah mendengar atau mengetahui tentang menstruasi dari teman sekolah, teman main atau media sosial. Orangtua dapat membenarkan informasi tersebut, menjelaskan lebih detail atau meluruskan dan melengkapi informasi yang diketahuinya. Orangtua pun dapat menceritakan pengalaman pribadinya semasa remaja. Selain itu, orangtua dapat menjelaskan mengenai menstruasi secara bertahap, dapat dimulai dari menjelaskan definisi menstruasi, fungsinya, apa yang harus dilakukan, apa tanda-tandanya, cara memakai pembalut, dll.

Lalu haruskah anak diajak ke dokter atau pakar kesehatan untuk mendapatkan pengetahuan tentang menstruasi? Jika orangtua merasa tidak memiliki pemahaman dan informasi yang akurat, tidak ada salahnya untuk mengajak anak ke bidan, dokter kandungan, psikolog atau pakar kesehatan.

Bagaimana jika si kakak atau adik laki-laki mendengarkan pembahasan anda mengenai menstruasi, apa yang harusnya anda lakukan? Hal itu tidak menjadi masalah, kakak atau adik laki-laki pun tidak salah jika mendengarkan atau mengetahui informasi mengenai menstruasi, karena hal tersebut merupakan tahap perkembangan anak khususnya pada anak perempuan. Dengan begitu, anak laki-laki dapat lebih memahami, menghargai dan menghormati saudara perempuannya bahkan teman perempuannya di sekolah.

Happy parenting, smart parents.

Facebooktwitterredditpinterestlinkedinmail