Facebooktwitterredditpinterestlinkedinmail
Menurut teori pengasuhan anak, keluarga digambarkan sebagai suatu struktur ideal sengan kelengkapan dua sosok pengasuh anak, yaitu ayah dan ibu. Ketiadaan salah satunya, memang bukan akhir segalanya, namun pasti berdampak.
Kehadiran ayah dan ibu memang saling melengkapi. Ayah mengajarkan sifat disiplin, tanggung jawab, dan kerja keras. Sedangkan ibu melengkapinya dengan kasih sayang, kesabaran, dan ketelatenan.
Sudah seharusnya tidak ada lagi deferensiasi peran pengasuhan pada kedua orang tua, dimana ayah bertugas sebagai pencari nafkah dan ibu sebagai penanggung jawab pertumbuhan anak. Peran ayah dan ibu adalah seimbang, ayah memiliki peran yang sama untuk hadir dan terlibat dalam perkembangan anak.
Jika hal ini sudah terealisasi, peran ayah yang selama ini dipandang dari segi fisik, perlahan mereka akan belajar tentang kepekaan emosi, pengajaran, dan pendidikan anak.
Tantangan selanjutnya dari pergeseran peran ini adalah stigma ‘tidak umum’ dari masyarakat sekitar yang belum terbiasa dengan pandangan baru ini. Masih banyak masyarakat yang beranggapan bahwa keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak dianggap mengurangi kadar maskulinitas. Oleh karena itu, ayah memerlukan motivasi dan semangat dari sosok ibu agar tidak cemas dan siap menghadapi beragan stigma negatif tersebut.
Para ibu juga harus sabar  dan menghargai usaha ayah untuk terlibat dalam pengasuhan anak, sehingga dengan bertambahnya waktu, ayah semakin semangat dan terdorong untuk turut mengasuh anak.
Penulis : Listiyani Wahyuningsih, S.Psi
Facebooktwitterredditpinterestlinkedinmail