Facebooktwitterredditpinterestlinkedinmail

image17

Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang biasanya terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang berkumpul dan tinggal di suatu tempat dibawah suatu atap dan dalam keadaan saling ketergantungan atau berhubungan melalui pertalian darah, pernikahan, dan / atau adopsi. Dua jenis keluarga yang berperan besar dalam proses pengasuhan adalah keluarga inti (nuclear family) dan keluarga besar (extendend family). Hubungan melalui darah dari ayah, ibu, dan keturunan pertamanya seringkali dipahami sebagai definisi dari keluarga inti. Di sisi lain, sebuah rumah tangga yang didalamnya terdapat sebuah keluarga inti dan juga satu atau lebih kerabat dewasa (nenek, kakek, paman, atau bibi) biasanya dipahami sebagai definisi dari keluarga besar.

Dulu, hidup bersama keluarga besar sering kali menjadi solusi atas kesulitan ekonomi. Namun sekarang, faktor ekonomi tidak selalu menjadi penyebab sebuah keluarga inti tinggal bersama keluarga besar. Berbagai pertimbangan seperti tradisi budaya, kesehatan orangtua, keselamatan anak, efektifitas waktu, jarak tempat tinggal dan kantor, waktu tempuh dari rumah ke sekolah anak, kesulitan menemukan pembantu rumah tangga, dan sebagainya sering menjadi dasar keputusan tinggal dengan keluarga besar.

Perbedaan pendekatan pengasuhan sering kali menjadi penyebab inkonsistensi pola asuh. Hal tersebut biasa terjadi karena:
1. Perbedaan usia antar anggota keluarga besar
2. Perbedaan pemahaman tentang pengasuhan
3. Kurang diskusi antar anggota keluarga tentang pengasuhan

Beberapa cara dapat dilakukan untuk mensiasati kondisi tersebut:

1. Membatasi waktu anak berada di lingkungan keluarga besar
2. Memberikan daftar kegiatan dan kebiasaan yang sudah rutin dijalankan anak
3. Setiap kali ada waktu dan kesempatan, ceritakan ke anggota keluarga lain apa tujuan pengasuhan anda untuk si buah hati.
4. Menjelaskan ke buah hati bahwa apa yang diterapkan di keluarga inti juga berlaku di keluarga besar.
5. Melakukan koreksi segera jika ada perilaku yang tidak diharapkan muncul dari hasil interaksi anak di keluarga besar
6. Memberikan pujian segera jika anak berhasil mempelajari dan menirukan perilaku positif yang harapkan muncul dari satu atau lebih anggota keluarga besar
7. Jika ada perbedaan aturan yang berlaku di keluarga inti dan keluarga besar, maka orangtua diharapkan menjelaskan secara baik dan menyeluruh, mengapa perbedaan tersebut terjadi.

Facebooktwitterredditpinterestlinkedinmail