Pentingnya Daily Routine untuk Remaja

Ayah bunda, kondisi pandemi saat ini membuat kita lebih banyak menghabiskan waktu di rumah daripada di luar rumah. Tentunya hal tersebut membuat perubahan besar dalam diri kita dan juga anak remaja. Mengapa yang paling banyak mengalami perubahan adalah ayah bunda dan anak remaja? Hal tersebut disebabkan karena aktivitas rutin yang dilakukan lebih banyak dilakukan diluar rumah daripada di dalam rumah. Contoh aktivitasnya adalah sekolah/bekerja dari pagi sampai siang/sore hari, lalu ada kursus atau eskul ataupun main setelah pulang sekolah sampai malam hari, dan lanjut belajar atau beristirahat di malam harinya. Kebayang kan bagaimana kagetnya tubuh kita ketika terbiasa melakukan aktivitas diluar rumah, lalu secara mendadak diminta untuk diam saja di rumah?

Respon pertama yang dirasakan tubuh ketika tiba-tiba melakukan aktivitas di rumah adalah bingung. Bingung mau melakukan apa untuk mengeluarkan energi yang ada dalam tubuh. Aktivitas pun menjadi lebih banyak didepan layar gadget daripada melakukan kegiatan fisik. Akibatnya adalah kemalasan menghampiri diri kita dan anak remaja, yang mana membuat tubuh menjadi tidak sehat baik secara fisik maupun psikis. Oleh karena itu ayah bunda perlu membangun kembali rutinitas untuk diri sendiri dan anak remaja agar tetap produktif meskipun di tengah pandemi. Berikut adalah cara-cara yang dapat dilakukan untuk membangun kembali rutinitas harian dalam diri anak remaja, yaitu:

  • Membuat gambaran jadwal untuk keluarga

Ayah bunda dapat berdiskusi dengan anggota keluarga saat  membahas rutinitas apa saja yang perlu dilakukan oleh setiap anggota keluarga. Pembagian tugas yang adil adalah yang sesuai dengan kemampuan masing-masing anggota keluarga.

  • Rancang jadwal harian

Ayah bunda dapat meminta anak remaja untuk menentukan sendiri kegiatan apa yang ingin mereka capai perharinya dengan membuat tujuan besar yang hendak dicapai setiap bulannya. Berikan kepercayaan kepada anak remaja agar mereka dapat melatih rasa tanggung jawab dan kemandiriannya.

  • Berikan waktu untuk “Me Time

Ayah bunda dapat memberikan anak remaja waktu luang di luar waktu belajarnya untuk mereka melakukan “Me Time”. Tetap berikan batas waktu berapa lama mereka boleh beristirahat sebelum melanjutkan aktivitasnya. Contohnya dalah 30 menit berkegiatan, 10 menit beristirahat.

  • Hindari terlalu ketat dalam mengatur jadwal anak remaja

Ayah bunda pasti terkadang kesal ketika jadwal yang sudah dibuat tidak diikuti dengan baik oleh anak remaja. Hal yang perlu ayah bunda perhatikan disini adalah tetap tenang dan lebih fleksibel pada waktu-waktu tertentu, yang penting mereka menyelesaikan dan mencapai targetnya.

  • Tetapkan jam tidur

Kebanyakan anak remaja lebih suka begadang daripada tidur tepat waktu. Akan tetapi dalam usia berapa pun, tidur termasuk hal yang penting untuk Kesehatan fisik dan psikis. Jadi pastikan anak remaja mendapatkan waktu tidur selama 6-8 jam perharinya.

Tetap berproses bersama anak ya ayah bunda, tetap semangat dalam membentuk perilaku mereka. Selamat mencoba dan berposes ayah bunda 😊

Penulis: Niken Woro Indriastuti, M.Psi., Psikolog

Picture: <a href=’https://www.freepik.com/photos/background’>Background photo created by yanalya – www.freepik.com</a>