Facebooktwitterredditpinterestlinkedinmail

Sekolah adalah tempat anak belajar akan banyak hal. Salah satu faktor keberhasilan anak secara akademik maupun emosi adalah adanya kerja sama yang baik antara sekolah dan orangtua. Pada masa pendidikan anak, orangtua tidak seharusnya acuh terhadap perkembangan anak di sekolah karena merasa anak sudah dalam pengawasan guru atau merasa “sudah membayar mahal sekolah”. Dalam hal ini, orangtua dan guru perlu menjaga kerjasama dalam memantau sudah sejauh apakah perkembangan yang ditampilkan anak sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai. Berikut hal-hal yang sekiranya dapat dilakukan sekolah dan orangtua dalam mendampingi perkembangan anak:  

1. Komunikasi efektif

Terkadang anak memperlihatkan perilaku yang berbeda saat di sekolah dan di rumah. Misalnya di sekolah anak sudah mulai mandiri, mampu mengurus dirinya sendiri namun di rumah anak kembali menjadi manja karena orangtua yang mungkin kerap kembali mengambil alih tugas-tugas yang harusnya anak dapat lakukan sendiri dengan alasan ingin mempercepat waktu, takut berantakan, kotor dan sebagainya. Adanya ketidakkonsistenan ini dapat membuat anak bingung perihal sikap apa yang seharusnya ia tunjukkan baik di rumah, sekolah maupun lingkungan luar. Anak seolah tidak memiliki role model yang jelas. Dengan adanya komunikasi yang efektif, orangtua dan guru dapat saling bertukar informasi bagaimana keseharian anak di rumah dan di sekolah. Tidak hanya saling bertukar informasi, orangtua dan guru juga dapat mencari jalan keluar bersama bila anak membutuhkan penanganan lebih lanjut.

2. Menyampaikan ide

Sekolah memang sudah mempersiapkan sistem pembelajaran tersendiri untuk anak tapi bukan artinya orangtua tidak dapat memberikan ide atau saran tentang pendidikan di sekolah itu sendiri. Sudah seharusnya sekolah mau mendengarkan dan terbuka dengan ide-ide positif orangtua yang sekiranya bisa melengkapi apa kebutuhan anak. Misalnya anak terlalu diberikan PR dan ulangan yang sangat banyak sehingga anak merasa stres dan kelelahan di rumah. Melihat hal ini, orangtua berhak untuk menyampaikan pendapat dan memberikan alternatif metode lain untuk dikolaborasikan dengan metode yang ada di sekolah.

3. Menghargai kapasitas masing-masing

Orangtua dan guru biasanya memiliki perbedaan pendapat dalam memandang proses belajar anak. Faktor yang mempengaruhi perbedaan ini adalah latar belakang dan pengalaman yang berbeda dari masing-masing guru dan orangtua. Hal ini sangat wajar terjadi. Oleh karena itu baik orangtua maupun guru harus tetap menghargai pendapat dan usaha satu sama lain serta tetap berada pada kapasitasnya sendiri. 

Jika orangtua sudah berusaha dengan baik untuk membantu guru dalam mengoptimalkan pembelajaran anak di sekolah maka langkah selanjutnya adalah memberikan kesempatan pada guru untuk menerapkan metode yang sudah disepakati bersama untuk diterapkan di dalam kelas. Sebaliknya, guru juga perlu memberikan kesempatan pada orangtua untuk melanjutkan dan melengkapi proses pembelajaran anak di dalam rumah. Dengan kata lain, orangtua dan guru dapat bekerja sama semaksimal mungkin untuk mencapai yang terbaik untuk anak tanpa melanggar kebijakan sekolah atau melanggar hal-hal privacy dari orangtua dan anak.

Penulis: Amelia Ajrina, S.Psi

Picture: <a href=”https://www.freepik.com/free-photos-vectors/school”>School vector created by freepik – www.freepik.com</a>

Facebooktwitterredditpinterestlinkedinmail