Facebooktwitterredditpinterestlinkedinmail

Selain Bunda, Ayah juga merupakan sosok penting yang dibutuhkan setiap anak. Selain mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan keluarga, seorang Ayah juga harus menjadi panutan yang baik bagi anak-anaknya. Sosok Ayah diharapkan dapat membentuk karakter yang baik pada anak laki-lakinya maupun anak perempuannya. Hubungan yang terjalin antara Ayah dan anak dapat mempengaruhi bagaimana cara sang anak dalam menjalin hubungan dengan orang lain kelak. Pola awal interaksi anak dengan Ayah akan diproyeksikan oleh sang anak ke dalam semua hubungan yang ia bangun. Bukan gagasan tentang nilai dirinya sendiri dalam menjalin hubungan dengan orang lain saja, melainkan anak akan menerapkan tentang apa yang dianggapnya sebagai bentuk penerimaan dan rasa cinta pada orang lain.

Bagi anak laki-laki, mereka akan menjadikan Ayahnya sebagai sosok laki-laki yang dapat ditiru atau dicontoh. Mereka akan mencari persetujuan dari Ayahnya dalam segala hal yang mereka lakukan dan meniru perilaku yang dianggap sukses dan familiar. Jadi, bila seorang Ayah penuh kasih sayang, peduli, suportif, dan memperlakukan orang lain dengan hormat, maka seorang anak laki-laki pasti akan tumbuh dengan karakter yang sama. Namun, bila seorang Ayah berperilaku kasar, sangat mengatur dan mendominasi, hal ini akan menjadi pola yang ditiru anak laki-lakinya. Apabila tidak ada sosok Ayah, maka anak laki-laki mungkin akan mencari figur laki-laki lain untuk menetapkan “aturan” tentang bagaimana cara berperilaku dan bertahan hidup di dunia. Sedangkan bagi anak perempuan, seorang Ayah dapat dijadikan tolak ukur untuk mencari pasangan hidupnya kelak. Anak perempuan yang dekat dengan Ayahnya mencari rasa aman dan dukungan emosional saat mencari pasangan hidup kelak. Seorang Ayah pasti akan menunjukkan kepada anak perempuannya seperti apa hubungan yang baik dengan seorang pria. Karena itu, bila perilaku sang Ayah baik, penuh kasih, dan penuh kelembutan, maka anak perempuan akan cenderung mencari karakteristik yang sama seperti itu pada pria. Hal ini dapat terjadi karena anak perempuan akan mencari apa yang sudah dialaminya dan terbiasa di masa kecil.

Maka begitu pentingnya  peran Ayah dalam membangun kelekatan dengan sang buah hati, yaitu :

  • Membentuk Emosional Anak

Ayah sama seperti Bunda, aturan-aturan yang telah dibentuk Ayah sejak kecil mampu membentuk kondisi emosional anak. Selain itu, anak juga membutuhkan sosok Ayah yang dapat memberikan rasa aman, baik fisik maupun emosional. Ketika ikatan emosional anak dan Ayah sudah terbentuk, maka setiap anak pasti ingin membuat Ayahnya merasa bangga karena ada kekuatan dan kepuasan batin tersendiri dalam diri anak. Sosok Ayah yang penuh kasih sayang dan suportif dapat mempengaruhi perkembangan emosional dan sosial anak. Selain itu, anak juga memiliki rasa keingin tahuan dan minat eksploraso apa saja yang terdapat di lingkungannya seperti mampu berinteraksi, memberikan respon pada stimulus dan memiliki kepercayaan diri yang lebih baik. 

  • Membentuk Perkembangan Kognitif Anak 

Keterlibatan Ayah dalam kegiatan bermain maupun pengasuhan dan perawatan anak sangatlah penting, sebab akan membuat anak lebih kompeten dan anak akan dapat memecahkan masalah dengan lebih baik jika dibandingkan dengan anak sebayanya yang Ayahnya kurang atau tidak memiliki keterlibatan dalam pengasuhan. Kecenderungan para Ayah untuk mengajukan pertanyaan logis seperti apa, siapa, dimana, membuat anak memiliki keterampilan komunikasi yang lebih baik dalam interaksinya. Anak akan lebih terpancing untuk banyak berbicara, kosakata yang digunakan anak juga lebih banyak, dan anak dapat menghasilkan kalimat yang lebih panjang ketika berinteraksi.

  • Membentuk Perilaku Sosial Anak

Keterlibatan Ayah dapat membantu perkembangan kompetensi sosial, inisiatif, kematangan sosial, dan kemampuan untuk berinteraksi sosial pada anaknya. Anak yang memiliki kelekatan dengan Ayahnya cenderung lebih percaya diri ketika anak mulai masuk dalam lingkungannya. Ketika tumbuh dewasa, anak-anak yang  memiliki kelekatan dengan sang Ayah rata-rata memiliki koneksi sosial yang lebih baik dengan teman sebayanya. Dalam menjalin pertemanan anak akan cenderung positif terhadap anak lain termasuk saudara kandungnya, anak dapat menyelesaikan konflik pertemanan yang dialami dengan cara yang positif.

  • Memengaruhi Hubungan Anak dengan Orang Lain

Seorang Ayah tidak hanya dapat memengaruhi sifat anaknya saja, tetapi bagaimana sang anak berhubungan dengan orang-orang disekitarnya kelak. Cara Ayah memperlakukan anaknya dapat memengaruhi hubungannya dengan orang lain ketika dewasa. Seperti  teman, guru, dan pasangan semuanya akan dipilih berdasarkan pada bagaimana sang anak memahami makna hubungan dengan Ayahnya. 

Sehingga baik Ayah ataupun Bunda mempunyai peran yang sangatlah penting dalam kehidupan buah hati dari kecil hingga ia dewasa. Oleh sebab itu, pastikan Ayah dan Bunda menanamkan sifat-sifat yang baik sejak kecil agar buah hati tumbuh dengan sifat dan perilaku yang baik pula. Selamat membangun kelekatan dengan sang buah hati ya Ayah Bunda.

Semoga informasi ini bermanfaat. Happy parenting 🙂

Penulis : Narasyah Huda, S.Psi

Facebooktwitterredditpinterestlinkedinmail