Facebooktwitterredditpinterestlinkedinmail

Screenshot_2016-02-29-10-50-01

Maraknya pemberitaan LGBT di masyarakat belakangan ini pastinya membuat orangtua menjadi resah, namun juga membuat orangtua menjadi lebih peduli terhadap perkembangan sosial anaknya. Lalu apa sih yang perlu dilakukan keluarga dalam proses sosial anak?
Sebelumnya orangtua perlu memahami bahwa area sosialisasi anak terdiri atas area keluarga, teman sepermainan, lembaga pendidikan (sekolah) dan media massa (TV, media sosial, internet, dll). Dalam belajar bersosialisasi anak akan melalui beberapa tahapan, antara lain tahap persiapan, tahap meniru, tahap siap bertindak dan tahap penerimaan norma kolektif.
Keluarga adalah area pertama yang dikenal oleh anak sejak ia lahir. Peran keluarga sangat penting dalam perkembangan hidup keturunannya, ketika keluarga tidak berfungsi dengan adaptif maka sosialisasi dalam keluarga tidak berjalan dengan baik. Ada beberapa tujuan sosialisasi dalam keluarga, antara lain:
Memberikan keterampilan dan pengetahuan kepada anak agar bisa hidup bermasyarakat
Membangun kemampuan anak untuk berkomunikasi secara efektif dan efisien
Membuat anak mampu mengembalikan fungsi-fungsi melalui intropeksi diri yang kuat
Menanamkan nilai-nilai dan kepercayaan kepada anak yang mempunyai tugas dalam masyarakat
Orangtua sangat berperan dalam pembentukan kepribadian anak. Orangtua sebaiknya menjadi orang pertama yang memberikan nilai-nilai dan norma yang adaptif dan menjadi dasar pergaulan hidup sebelum terjun ke masyarakat. Oleh karena itu, orangtua sangat berperan untuk :
1. Selalu dekat dengan anak
2. Memberi pengendalian dan pengawasan yang wajar
3. Mendorong anak untuk bisa membedakan sesuatu yang baik dan buruk, benar dan salah, halal dan haram, dsb.
4. Ayah dan ibu dapat membawa perannya masing-masing sebagai orangtua terhadap putra putrinya
5. Menasehati anaknya ketika melakukan perbuatan yang salah, dan memberikan reward pujian terhadap perbuatan yang sesuai dengan harapan.
Pondasi keluarga yang kokoh diprediksi akan memberikan pondasi yang baik pula bagi anak sehingga ia dapat berperan sesuai gendernya dalam kehidupan sosial.

So happy parenting, smart parents!

Facebooktwitterredditpinterestlinkedinmail