Peran Orang Tua dalam Mengoptimalkan Kecerdasan Anak

Facebooktwitterredditpinterestlinkedinmail

Ayah Bunda, seperti yang kita ketahui bahwa setiap anak adalah individual yang unik. Kita juga melihat bahwa ada berbagai variansi dalam belajar, yang mana setiap variansinya menimbulkan konsekuensi dalam cara pandang dan evaluasinya. Berangkat dari pemahaman bahwa setiap anak itu unik, Howard Gardner (pencetus multiple intelligences) mengatakan bahwa tidak ada manusia yang tidak cerdas. Kecerdasan merupakan kemampuan untuk menyelesaikan masalah dengan cara menghasilkan, menciptakan, dan mempelajari suatu hal baru untuk dapat beradaptasi di lingkungan. Menurut Gardner kecerdasan dalam multiple intelligences meliputi kecerdasan verbal-lingustik (cerdas kata), kecerdasan logis-matematis (cerdas angka), kecerdasan visual-spasial (cerdas gambar-warna), kecerdasan musikal (cerdas musik-lagu), kecerdasan kinestetik (cerdas gerak), kecerdasan interpersonal (cerdas sosial), kecerdasan intrapersonal (cerdas diri), kecerdasan naturalis (cerdas alam), kecerdasan eksistensial (cerdas hakikat). Kesadaran akan berbagai jenis kecerdasan tersebut dapat membantu kita, sebagai orang tua, untuk memahami lebih dalam mengenai kondisi anak. Perlu dipahami bahwa setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mengembangkan kecerdasannya pada waktu yang tepat, tanpa tekanan dari orang tua.

Adapun cara yang Ayah dan Bunda dapat lakukan untuk membantu anak mengoptimalkan kecerdasan yaitu:

  1. Berikan kesempatan kepada anak untuk secara aktif mengeksplorasi lingkungannya dengan seluruh panca inderanya (melihat, meraba, membaui, merasakan, dan mendengar).
  2. Berikan motivasi positif kepada anak karena hal tersebut akan mempengaruhi proses belajar mereka (“Ayo sedikit lagi kamu bisa mencabut rumputnya).
  3. Doronglah anak untuk belajar secara mandiri dengan cara izinkan anak mengerjakan aktivitas-aktivitas yang paling disukai, mendorong mereka untuk menyelesaikan aktivitas tersebut, dan membiarkan anak menyelesaikan masalah yang ditemuinya secara sendiri.
  4. Berikan contoh secara cermat dan perlahan agar anak dapat meniru dengan mudah supaya mereka menguasi keterampilan baru. Ajarkan secara step by stepsatu keterampilan baru kepada anak dan pastikan mereka benar-benar telah menguasainya sebelum mengajarkan keterampilan yang lain.
  5. Bantu anak mengembangkan daya konsentrasi dengan memastikan bahwa Ayah dan Bunda memberikan aktivitas yang sesuai dengan usia dan kemampuan anak.
  6. Dorong agar anak mempunyai sikap positif terhadap belajar dengan cara Ayah dan Bunda menunjukkan sikap positif kepada anak saat mereka sedang mempelajari hal baru (“Waaah Kakak hebat bisa menggunting kertas”).
  7. Bantu anak mengembangkan keterampilan mengingat dan dorong perkembangan bahasa anak melalui permainan-permainan edukasi sesuai dengan tahap perkembangannya.

Selamat mencoba menerapkan saran-saran tersebut Ayah dan Bunda. Semoga apa yang kita tanam sejak dini kepada anak akan membuahkan hasil yang terbaik untuk masa depan mereka. Semangat berproses Ayah dan Bunda, selamat menikmati setiap proses bersama si kecil ya 😊

Penulis: Niken Woro Indriastuti, M.Psi., Psikolog

Facebooktwitterredditpinterestlinkedinmail