Facebooktwitterredditpinterestlinkedinmail

Sebagai orang dewasa yang sadar tentang pentingnya kesehatan gigi dan gusi, berapa kali sehari anda menyikat gigi? Yakin mayoritas jawaban adalah minimal dua hari sekali.. 😉 Lalu jika pertanyaannya selanjutnya adalah, Sejak kapan anda rutin menyikat gigi sehari dua kali? Mungkin jawaban yang muncul bisa lebih bervariasi.

Cukup banyak individu dewasa yang mulai rutin menyikat gigi sehari minimal dua kali setelah ia memiliki pengalaman yang berkesan terkait gigi dan rutinitas membersihkan gigi. Ada yang mulai rutin gosok gigi sehari minimal dua kali setelah sakit gigi berkepanjangan. Ada juga yang mulai rutin gosok gigi sehari minimal dua kali setelah mendapatkan umpan balik dari teman sekolah terkait aroma nafasnya saat berbicara.

Apakah rutinitas sikat gigi baru terbetuk setelah ada umpan balik negatif terkait kesehatan gigi? Sikat gigi adalah kegiatan membersihkan gigi yang rutin dilakukan minimal sehari dua kali selama minimal 2-3 menit dengan menggunakan sikat gigi dan pasta gigi sesuai usia. Kata “rutin” dalam pemahaman diatas memberikan penekanan bahwa efek perawatan yang diharapkan baru akan dirasakan jika proses menyikat gigi dilakukan secara berulang dan konsisten.

Pembentukan perilaku yang berulang dan konsisten dapat dilakukan sedini mungkin. Terkait dengan proses menyikat gigi, maka pembentukan prilaku dapat dilakukan sejak anak berusia kurang dari 6 bulan dan melalui beberapa tahap pelatihan.

Usia kurang dari 6 bulan

Pada kebanyakan bayi, gigi susu pertama muncul di usia 6 bulan. Beberapa ahli kesehatan gigi dan gusi menyarankan stimulasi dan perawatan gusi dimulai bahkan sejak sebelum gigi susu pertama muncul. Stimulasi dan perawatan dapat dilakukan melalui berbagai cara seperti mengeluskan jari ibu yang telah dibersihkan ke gusi bayi, mengusap gusi bayi dengan kasa streril, atau mengusap gusi bayi dengan sikat berbulu lembut setiap setelah sarapan dan makan sore. Kegiatan ini dilakukan minamal sehari dua kali dengan durasi sekitar 2-3 menit sesuai dengan ketahanan dan kenyamanan bayi.

Aktivitas di atas bertujuan untuk mengenalkan bayi pada kondisi rongga mulutnya, memstimulasi pertumbuhan gigi bayi, serta mempersiapkan bayi untuk melakukan proses pembersihan gigi dan gusi setiap harinya. Kenyamanan bayi menlakukan tahapan ini memiliki peranan yang besar atas keberhasilan pelatihan di kemudian hari. Oleh karena itu, kegiatan di tahap ini dapat dilakukan dengan santai sambil bernyanyi dan bermain.

Usia 6 bulan

Di usia 6 bulan, saat gigi susu pertama muncul, bayi sering kali merasakan perasaan kurang nyaman di area mulut. Nyeri di sekitar gusi yang hendak diisi gigi susu sering menyebabkan bayi sulit makan dan tidak ingin disentuh area mulutnya. Di saat seperti ini proses pembiasaan menyikat gigi tetap dilakukan setiap pagi dan sore dengan beberapa modifikasi penyampaian.

Gunakan kasa steril / sikat gigi berbulu lembut yang telah didinginkan di kulkas atau direndam di air es sebelum digunakan untuk latihan. Gigi susu yang baru tumbuh sebaiknya hanya dibersihkan secara perlahan selama kurang lebih 10-15 detik. Dalam sisa waktu yang ada, arahkan proses pembersihan gigi dan mulut ke area gigi lain yang sudah lebih dulu tumbuh (jika ada) dan/atau area gusi yang lain.

Teknik social story dapat membantu proses pelatihan di tahapan ini dan tahapan-tahapan selanjut. Social story tentang menyikat gigi dapat berupa cerita ciptaan orangtua sendiri, cerita adopsi dari buku cerita tentang menyikat gigi, atau lagu anak-anak yang berjudul “Bangun Tidur”.

Social story tentang menyikat gigi dapat berisikan cerita tentang kapan waktu yang tepat untuk menyikat gigi, bagaimana urutan menyikat gigi, dan mengapa anak sebaiknya menyikat gigi minimal sehari dua kali. Social story tersebut dapat disampaikan bergantian hingga usia anak dua tahun atau lebih.

Usia 12 bulan

Mendekati ulangtahun pertamanya, anak sudah dapat berperan lebih aktif dalam proses latihan. Proses sikat gigi yang diharapkan berlangsung selama 2-3 menit mulai dapat dilakukan bersama-sama atau bergantian. Anak sudah bisa aktif berperan memegang batang sikat dan menyikat giginya baik secara mandiri ataupun dengan bantuan.

Beberapa dokter gigi menyebutkan bahwa usia 12 bulan merupakan usia yang pas untuk mengenalkan pasta gigi bagi anak. Pemilihan pasta gigi yang memiliki rasa buah-buahan cenderung membuat anak senang dan ingin mengulangi proses sikat gigi. Gigi susu yang mulai lengkap secara alamiah mengarahkan orangtua untuk mulai melatih anak menggunakan pasta gigi dan berkumur. Berkumur dengan air matang yang dapat dilatihkan ditahapan seringkali berubah menjadi proses minum air. Hal ini wajar terjadi mengingat kemampuan anak untuk berkumur cenderung belum optimal di usia ini.

Kegiatan sikat gigi bersama orangtua selepas sarapan dan sebelum tidur malam dapat menjadi salah satu sarana latihan yang memberikan efek signifikan pada pemahaman anak tentang kerutinan menyikat gigi. Anak seringkali menirukan apa yang orangtuanya lakukan dan anak lebih peka atas hadir atau tidaknya rutinitas yang biasa dilakukan bersama orangtua.

Usia 18 bulan

Konsistensi orang tua melatih dan membiasakan proses menyikat gigi minimal dua hari sekali biasanya mulai menunjukan hasil di usia 18 bulan. Anak sudah mulai aktif memegang sikat gigi dan pasta giginya sendiri saat mandi pagi dan bersih-bersih sebelum tidur malam.

Disaat yang bersamaan, kemampuan komunikasi dan interaksi anak mulai berkembang. Anak mulai dapat ikut serta bersenandung atau menyambung kata-kata akhir dari lagu “Bangun Tidur”. Diharapkan pengetahuan anak pun semakin meningkat bahwa ada kegiatan sikat gigi disaat mandi pagi setelah bangun dari tidur. Kemampuan bahasa reseptif dan ekspresif yang meningkat juga dapat membuat anak secara mengejutkan menyebut “gi.. gi.. gi.. atau gigi” saat orangtua menyelesaikan tahapan mandi dan lupa mengosok giginya.

Usia 24 bulan

Jika pelatihan di tahap-tahap sebelumnya dapat terlaksana dengan menyenangkan diharapkan di tahapan usia ini menyikat gigi sudah menjadi kegiatan menyenangkan yang dinantikan kedatanganna. Anak sudah mengetahui kapan biasanya ia sikat gigi, apa hasil dari ketekunannya menyikat gigi.

Satu kendala yang masih muncul di usia 24 bulan adalah kesulitan berkumur. Kemampuan pengaturan liur dan sistem reflek berkumur anak matang di usia yang berbeda-beda. Walaupun demikian, kemampuan berkumur diharapkan muncul dengan berjalannya waktu dan kerutinan mengosok gigi.

Gigi susu yang lengkap, bersih, dan sehat pun menghiasi senyum manis buah hati. Kemampuan kognisi yang meningkat tajam membuatnya dapat menghafal gerakkan menyikat gigi yang rutin dilakukan. Kemampuan bahasa ekspresif yang memuncak membuat anak bernyanyi bersama kita saat mandi dan gosok gigi. Kemampuan bahasa non-verbal anak yang murni membuat kita bahagia melihat anak menikmati senyuman gigi sehat dan bersihnya saat bermain cermin bersama. Dengar bertambahnya usia anak, seringkali orangtua pun akan mendengar pertanyaan dari anak: “Sudah gosok gigi, Ma?”.

Bagi Anda yang ingin mengetahui lebih jauh mengenai topik ini, silakan ajukan pertanyaan Anda di fitur Tanya Dokter Klikdokter.com di laman website kami.[](AM)

Facebooktwitterredditpinterestlinkedinmail