Facebooktwitterredditpinterestlinkedinmail

Saat ini, penggunaan gadget merupakan hal yang umum terjadi dan sudah menyentuh hampir semua kalangan. Gadget tidak hanya digunakan untuk menyelesaikan pekerjaan, tapi juga digunakan dalam ranah personal, seperti misalnya belanja atau mencari hiburan. Gadget juga tidak hanya digunakan oleh orang dewasa, melainkan juga pada anak-anak. Banyak orang tua yang menjadikan gadget sebagai salah satu parenting toolbox, dimana orang tua bisa mengajarkan banyak hal kepada anak melalui gadget. Hanya saja, masih banyak orang tua yang belum memahami dampak jangka panjang dari penggunaan gadget dan pemberian screen time pada anak,sehingga kurang memperhatikan durasi waktu penggunaannya. Screen time merujuk pada waktu dimana anak menghabiskan waktu di depan layar atau screen, baik itu movie theater screen, smart phone, tablet, komputer, atau layar lainnya yang menampilkan gambar bergerak.

Pediatric Academic Societies menjelaskan adanya pengaruh screen time terhadap perkembangan bicara dan bahasa anak. Semakin lama durasi screen time, maka semakin tinggi resiko anak-anak mengalami keterlambatan bicara ekspresif (mengungkapkan sesuatu secara verbal). Anak-anak belajar berbicara dan berkomunikasi melalui interaksi dengan orang lain. Beberapa tahun pertama kehidupan anak merupakan masa yang krusial untuk perkembangan bicaranya, karena di masa itu otak bekerja secara aktif dalam menerima bahasa baru dan memungkinkan anak untuk memulai komunikasi. Jika kesempatan untuk berinteraksi secara langsung tersebut minim dan tergantikan dengan screen time, maka ada kemungkinan anak akan mengalami kesulitan untuk mengembangkan kemampuan bahasa dan bicara secara optimal, sehingga terjadi keterlambatan bicara. Screen time yang berlebihan mengurangi kesempatan anak untuk berinteraksi secara langsung dengan orang tua dan orang-orang di sekitarnya, dan kecanggihan teknologi tidak bisa menggantikan interaksi person-to-person.

Screen time memang bukan satu-satunya penyebab keterlambatan bicara dan bahasa pada anak. Ada banyak faktor lain yang juga turut memberikan pengaruh. Hanya saja paparan screen dalam waktu berlebihan bisa meningkatkan resiko keterlambatan bicara dan keterlambatan perkembangan lainnya. American Academy of Pediatrics menyarankan orang tua untuk memperbanyak aktivitas permainan yang interaktif dengan anak selama paling tidak 2 tahun pertama. Di tahun selanjutnya, orang tua bisa mulai memberikan kesempatan anak untuk belajar melalui gadget, namun dengan batasan waktu (tidak lebih dari 2 jam) dan pendampingan penuh dari orang tua. Orang tua juga bisa mengajak anak untuk mendiskusikan isi mengenai apa yang ditonton, sehingga meskipun ada screen time, namun kesempatan anak untuk berinteraksi dan mengembangkan cara berpikir kritis tidak berkurang.

Selamat berproses Ayah Bunda, Happy parenting!

Penulis : Listiyani Wahyuningsih, M.Psi., Psikolog

Picture: <a href=’https://www.freepik.com/photos/baby’>Baby photo created by standret – www.freepik.com</a>

Facebooktwitterredditpinterestlinkedinmail