Facebooktwitterredditpinterestlinkedinmail

Listiyani Wahyuningsih, S.Psi

 

Masyarakat awam beranggapan bahwa kemampuan sosialisasi homeschooler (anak yang mengenyam pendidikan homeschooling) jauh lebih rendah dibandingkan anak yang mengenyam pendidikan di sekolah umum. Mereka juga beranggapan bahwa homeschooler belajar sendiri di rumah saja, sedangkan anak yang bersekolah di sekolah umum bergaul dengan teman-temannya.

Anggapan ini yang menyebabkan masyarakat awam mendiskreditkan pendidikan dengan sistem homeschooling. Padalah tidak sepenuhnya benar. Homeschooler memang tidak menghadiri kelas untuk menjalani kegiatan belajar, dan tidak bertemu dengan banyak teman layaknya anak yang sekolah di sekolah umum, namun bukan berarti mereka tidak melakukan proses sosialisasi sama sekali. Mereka dilatih untuk berinteraksi dengan semua orang, tanpa melihat batasan usia.

Anggapan Homeschooler hanya terkungkung di rumah saja juga tidak benar. Kegiatan mereka tidak hanya belajar di dalam rumah saja. Mereka bahkan diajarkan kehidupan yang nyata, dikenalkan pada lingkungan yang riil, untuk mempersiapkan mereka hidup di lingkungan luar.

Jadi, sebenarnya tidak ada masalah sosialisasi pada anak dengan pendidikan homeschooling. Mereka tetap bisa menikmati waktu bersama teman-temannya sambil belajar sesuai keinginannya.

Facebooktwitterredditpinterestlinkedinmail