Facebooktwitterredditpinterestlinkedinmail
Picture: freepik

Anak dengan autisme adalah anak yang mengalami gangguan pada perkembangan komunikasi, sosialisasi dan  bahasa. Untuk mengajarkan mereka menulis terbilang cukup menantang. Dapat dikatakan mudah  bila anak sudah mau mengikuti intruksi, namun bila anak yang masih sulit mengikuti instruksi, masih berlari-larian, maka kita butuh energi & ketelatenan untuk mencari cara yang tepat.

Mengajarkan anak dengan autisme menulis sama saja mengajarkan mereka mengungkapkan apa yang mereka rasakan dan inginkan serta dapat melatih menyelesaikan tugas yang ada. Bila ada hal yang ingin mereka sampaikan nampun terhambat dalam berkomunikasi, maka mereka bisa menuliskan apa yang mereka inginkan melalui tulisan agar dapat dimengerti oleh orang-orang sekitar.

Namun bagaimana jika anak yang kita temui belum bisa menulis? Bagaimana bila anak kita belum mampu memegang pensil dengan kuat dan menghasilkan goresan yang baik? Oleh karena itu, anak perlu diberi latihan menulis. Untuk memulai mengajarkan anak menulis, anak butuh latihan kegiatan motorik halus, yaitu kegiatan yang dilakukan dengan memfokuskan pada penggunaan otot-otot kecil seperti tangan dan jari.

Dari banyaknya kegiatan motorik halus, beberapa hal yang dapat dilakukan oleh orangtua/pengasuh/terapis dalam mendampingi ananda yaitu:

1. Memasang dan membuka kancing baju

Selain untuk melatih kemandirian anak dalam memakai baju, membuka kancing baju juga  bisa melatih anak untuk mampu menulis. Anak di ajarkan untuk memegang dan menahan kancing baju. Hal ini akan membantu anak melatih kekuatan jarinya agar mampu menahan memegang pensil dan tidak terlepas

2. Menisik / mencocok

Kegiatan ini biasanya dilakukan dengan menggunakan selembar kertas yang telah di beri pola gambar tertentu dan benda seperti paku/pensil yang sudah di lancipkan. Pola gambar untuk awal biasanya masih berupa titik – titik agar mudah diikuti anak dalam menisik. Lalu kertas yang sudah diberi pola tersebut di letakkan di bantalan kemudian minta anak untuk menisik sesuai pola yang di buat. Latihan ini bertujuan untuk melatih kekuatan menekan yang diharapkan dapat membantu anak untuk meningkatkan kualitas tulisan agar lebih jelas

3. Memindahkan kelereng/air menggunakan sendok

Untuk bisa mengatur gerak ritme pensil dalam menulis, kegiatan ini dapat menjadi salah satu alternatif latihan karena dalam anak akan diminta untuk bermain memindahkan air menggunakan sendok dan tidak boleh tumpah. Jarak yang di butuhkan juga bisa bervariasi, dimulai dari jarak yang dekat hingga jauh. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih anak agar dapat mengatur ritme kegiatan menggores atau menulis tanpa terburu – buru serta melatih kekuatan otot tangan agar dapat menahan beban.

4. Mencoret / mewarnai

Tahapan berikutnya yaitu mencoret, berikan anak pensil atau krayon dan biarkan anak mencoret sesuka hatinya. Tujuan kegiatan ini adalah agar anak dapat mengungkapkan ide kreatifnya, pikiran dan perasaan mereka dan kekuatan tangan dalam menggores. Kemudian ajak anak untuk menceritakan apa yang ditulis/digambarnya untuk melatih kemampuan asertifnya.

Kegiatan yang telah disampaikan sebelumnya juga dapat dikombinasikan dengan kegiatan lainnya. Diharapkan kegiatan latihan ini dilakukan secara rutin agar dapat memacu perkembangan dan stimulasi anak dengan lebih optimal.

Selamat mencoba

Penulis: Dicky Age Tresna, S.Pd

Facebooktwitterredditpinterestlinkedinmail