Facebooktwitterredditpinterestlinkedinmail

“Murid memukuli guru…”

“Murid menantang berkelahi Kepala Sekolah…”

“Murid memukuli teman…”

“Murid membunuh supir taxi online…”

Ayah Bunda,,, kelas berapa anak-anak Ayah Bunda sekarang? Di usia nya yang sekarang apa yang Ayah Bunda ketahui tentang aktivitas anak-anak Ayah Bunda di luar?

Benarkah mereka pergi ke sekolah dan bukan pergi ke tempat lain? Benarkah mereka pergi ke tempat les, bukan pergi ke tempat lain? Benarkah mereka memberikan uang yang kita titipkan untuk membayar biaya kegiatan belajar, bukan menghabiskannya di mall untuk makan dan jalan-jalan ataupun belanja untuk berdandan atau bergaya? Benarkah mereka membawa buku dan alat tulis yang dibutuhkan untuk belajar di sekolah, bukan senjata tajam ataupun geer motor atau sepeda?

Jika ketika kita tanya dan jawaban mereka “ih, ibu kepo deh!!!”, “tumben ayah kepo, dari kemaren kemana aja?”… jangan menyerah, berikan pengertian jika kita bertanggung jawab atas mereka meskipun menurut mereka sudah besar dan bisa menentukan kehidupan mereka.  Jangan patah arang dengan sekali bertanya dan mendapatkan jawaban seperti itu. Terus ulangi, ulangi dan ulangi.

Bersyukurlah jika Ayah Bunda masih memberikan mereka fasilitas berupa materi. Ayah Bunda masih bisa mengontrolnya dengan mengurangi kemudahan-kemudahan yang mereka peroleh selama ini untuk meningkatkan interaksi dengan mereka. Mendidik mereka untuk bertanggung jawab atas kemudahan-kemudahan materi yang Ayah Bunda berikan. Karena pada akhirnya kitalah yang akan menuai baik buruk apa yang mereka lakukan. Karena mereka adalah buah dari cara kita mendidik.

Memberikan kemudahan-kemudahan fasilitas berupa materi memang bisa dibilang ungkapan rasa sayang kita terhadap mereka. Namun jika apa yang kita berikan tidak disertai dengan tanggung jawab, menghargai, mensyukuri, berterima kasih maka akan muncul rasa acuh, tidak peduli, tidak bersyukur dan tidak menghargai atas apa yang telah kita berikan untuk mereka.

Kasih sayang tidak hanya berupa materi tapi juga perhatian dan kepedulian terhadap anggota keluarga.

 

Penulis: Eni Rosintan, S.Pd.I

Facebooktwitterredditpinterestlinkedinmail