Facebooktwitterredditpinterestlinkedinmail

Kehamilan anak kedua merupakan saat yang ditunggu-tunggu oleh orangtua. Bertambah lengkapnya anggota keluarga serta menjadi kakak baru untuk anak pertama akan menjadi pengalaman yang luar biasa. Kehamilan anak kedua tidak hanya memberikan perubahan pada orangtua namun juga pada si calon kakak.  Apa aja sih perubahan yang akan terjadi?

Perubahan pertama yang umumnya dialami oleh calon kakak adalah perubahan emosi, seperti mudah sedih, marah dan sensitif. Padahal sebelum Ibu hamil, kakak penurut sekali lho!! Lalu yang kedua adalah perubahan perilaku, seperti berubah menjadi manja atau maunya kemana-kemana dengan Ibu atau Ayah atau bahkan malah timbul perilaku yang agresif seperti suka melempar barang, memukul dan sebagainya. Sebenarnya, tanda-tanda ini merupakan hal yang wajar terjadi karena beberapa lama sebelumnya, perhatian dan kasih sayang orangtua hanya untuk kakak. Namun sekarang, perhatian dan kasih sayang itu harus dibagi fokusnya untuk calon adik yang akan datang beberapa saat lagi.

Agar situasi ini dapat dikendalikan dan tidak terjadi sibling rivarly setelah adik lahir, maka orangtua perlu mempersiapkan si calon kakak untuk:

 

  1. Berdiskusi ringan tentang kehamilan

Pada tahap ini, orangtua diharapkan untuk menjelaskan pada kakak sesuai dengan tahap perkembangannya. Gunakalah bahasa yang mudah dipahami olehnya. Seringkali, kakak bertanya kepada orangtua darimana datangnya sang calon adik. Jangan khawatir, karena orangtua bisa dapat memberi penjelasan seperti, “Adik berasal dari rahim yang ada di perut Ibu… dan rahim hanya dimiliki oleh perempuan, termasuk Ibu”.

 

Jika kakak masih dibawah usia sekolah dan belum mengerti tentang konsep waktu, orangtua bisa menggunakan penggunaan kalimat yang menunjukkan saat tibanya sang adik seperti, “Nanti adik akan datang setelah hari raya lebaran” atau “Adiknya akan lahir setelah kakak ulang tahun lho”. Selain itu diskusi ringan tentang perubahan apa saja yang mungkin terjadi setelah adik lahir juga perlu untuk mempersiapkan calon kakak. Ia harus mengetahui bahwa kehidupan lambat laun akan berubah dan ia harus siap dengan keadaan itu. Pastikan untuk menggunakan bahasa yang sesederhana mungkin ya.

 

 

  1. Mengajaknya ketika memeriksakan kandungan ke dokter

Sesekali, coba yuk ajak calon kakak ketika Ibu akan memeriksakan kandungan ke dokter. Melalui kegiatan ini, calon kakak akan bisa melihat langsung gambar adik bayi yang terlihat dari layar dan foto-foto USG dan sedikit demi sedikit akan memahami pertumbuhan sang adik. Ibu juga bisa memperlihatkan foto-foto USG dan bayi calon kakak dulu untuk memberikan pemahaman bahwa dirinya dan sang adik berasal dari cinta yang sama. Sehingga ia merasa tidak dibedakan dengan sang adik.

 

  1. Melakukan aktivitas yang berhubungan dengan masa kehamilan

Dalam kesehariannya untuk menyambut kelahiran adik, sebisa mungkin libatkanlah calon kakak baik saat adik masih di dalam perut Ibu, maupun saat sudah lahir nanti, sehingga ia merasa dibutuhkan. Orangtua dan calon kakak bisa bersama-sama mencarikan nama untuk adik, membacakan cerita untuk adik yang masih didalam perut, membeli baju dan mainan adik bersama-sama dan yang lainnya atau mempersiapkan tas perlengkapan untuk Ibu melahirkan di rumah sakit .Aktivitas semacam ini dilakukan guna membiasakan calon kakak untuk berkomunikasi dengan adik agar tumbuh kasih sayang pada dirinya untuk adik serta meminimalisasi calon kakak mencari perhatian orangtua dengan cara yang salah.

 

Happy planning parents!

Penulis: Amelia Ajrina, S.Psi

Facebooktwitterredditpinterestlinkedinmail