Facebooktwitterredditpinterestlinkedinmail

Di zaman sekarang ini hampir setiap keluarga memiliki asisten rumah tangga. Yap, asisten rumah tangga memang sangat membantu untuk meringankan tugas rumah tangga yang harus diselesaikan setiap hari. Namun hal itu bukanlah menjadi alasan untuk tidak mengenalkan dan mengajarkan anak pada tugas rumah tangga. Sebagian orangtua mungkin berpikir bahwa mengerjakan tugas rumah tangga bagi anak merupakan aktivitas yang memberatkan, namun nyatanya kegiatan semacam ini akan menjadi pengalaman yang luar biasa bagi anak dan memberikan manfaat untuk masa depannya asalkan dilakukan dengan tahapan yang sesuai dengan masa perkembangannya dan juga suasana yang menyenangkan. Untuk memulainya Ayah dan Bunda dapat menentukan tugas apa yang sesuai dengan tahapan perkembangannya. Tetapi jika anak sudah mampu untuk diajak berdiskusi, tanyakanlah tugas apa yang ingin anak lakukan sambil menjelaskan berbagai macam tugas rumah tangga yang ada. Jadi, anak dengan senang hati dapat memilih. Membuat jadwal tugas yang akan dilakukan anak juga disarankan agar lebih teratur.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Marty Rosmann seorang profesor di Fakultas Pendidikan Keluarga Universitas Minnesota, menunjukkan anak-anak dalam tugas rumah tangga pada usia dini dapat memiliki dampak positif di kemudian hari. Dengan melibatkan anak-anak dalam tugas Ayah dan Bunda mengajari anak tanggung jawab, kompetensi, kemandirian, dan harga diri yang menyertainya sepanjang hidup mereka. Jika asisten rumah tangga sedang pulang kampung, Ayah dan Bunda dapat memanfaatkan momentum ini dengan sebaik-baiknya, lho. Berikut ini adalah manfaat melakukan tugas rumah tangga bagi anak:

  1. Menanamkan sifat tanggung jawab dan disiplin

Jika tugas rumah tangga dilakukan rutin, maka rasa tanggung jawab untuk melakukan hal yang sama itu akan tumbuh pada diri anak. Misalnya sehabis asyik bermain, anak sudah memiliki kesadaran untuk membereskan mainan ke dalam tempatnya. Hal ini pula yang akan menumbuhkan rasa disiplin pada anak.

  1. Mengajarkan nilai-nilai ketertiban dan kebersihan

Setelah selesai menyelesaikan tugas rumah tangga yang anak kerjakan, ia akan melihat keadaan rumah yang rapi dan bersih. Ayah dan Bunda dapat berpendapat   dengan berkata “Wah, kalau rak buku rapi seperti ini Ayah dan Bunda jadi mudah deh untuk menemukan buku” atau “Meja yang tadi ada tumpahan makanan jadi bersih ya dik sekarang, sudah tidak ada semut lagi, nanti kalau semutnya banyak bisa gatal-gatal karena digigit”. Dengan berkata seperti itu anak akan menjadi paham bahwa menjaga ketertiban dan kebersihan di rumah sangatlah penting, tidak hanya lebih terorganisir tapi juga mencegah sumber penyakit.

  1. Memberikan pelajaran dan keterampilan baru

Selain menjadikan keadaan rumah menjadi lebih rapi dan bersih, dengan mengerjakan tugas rumah anak akan memiliki keterampilan baru dari aktivitas yang dilakukannya seperti belajar memasak dengan membantu Bunda di dapur atau belajar mengurus hewan peliharaan dengan membantu Ayah. la bisa karena biasa, hingga ia dewasa nanti untuk memasak atau sekadar mengurus hewan peliharaan, hal tersebut sudah bukan tugas yang asing lagi.

  1. Mengembangkan kemandirian dan percaya diri

Dengan selesainya tugas rumah tangga yang dikerjakan anak serta didukung oleh penguatan positif dari Ayah dan Bunda, anak akan semakin mampu untuk mengerjakan tugas rumah sendiri dan percaya pada kemampuan dirinya.

  1. Menanamkan rasa saling membantu

Saat anak ditugaskan oleh Ayah dan Bunda untuk melakukan tugas rumah, anak juga belajar bahwa ia telah membantu orang lain maka apresiasilah dengan mengucapkan kalimat terima kasih saat anak selesai tugasnya agar ia merasa dihargai atas apa yang sudah diselesaikannya dan apa yang sudah ia kerjakan itu bermanfaat untuk orang lain.

  1. Lebih dekat dengan keluarga

Dalam mengerjakan tugas rumah tangga untuk pertama kalinya, mungkin ada anak yang belum berhasil mengerjakannya dengan sempurna. Oleh karena itu tugas Ayah dan Bunda adalah mengajari dan membimbingnya secara bertahap. Saat proses inilah hubungan anggota keluarga akan semakin erat.

  1. Melatih motorik halus dan motorik kasar

Saat melakukan tugas rumah tangga, anak tentu akan menggerakan tubuhnya. Ini akan melatih motorik halusnya, misal dengan melipat dan  membereskan pakaian berdasarkan jenisnya. Lalu untuk melatih motorik kasar dengan cara belajar menyapu dan mengepel lantai.

Pemberian tugas rumah tangga untuk anak haruslah konsisten dan berlaku untuk anggota keluarga yang lain seperti Ayah, Bunda, Kakak maupun asisten rumah tangga itu sendiri. Hal ini dilakukan karena anggota keluarga yang lebih tua adalah role model dalam memberikan contoh untuk anak, sehingga rasa keadilan dapat tercipta. Ajarilah anak mengenai tugas yang akan dilakukannya jika anak belum dapat dilepas sendiri. Ketika anak sudah mulai mampu melakukan tugas rutin yang sederhana tersebut, Ayah dan Bunda dapat perlahan-lahan memperkenalkannya pada tugas lain yang lebih menantang. Ingat ya, jangan membanding-bandingkan hasil tugas yang dilakukan anak dengan saudaranya atau anak lain karena setiap anak memiliki “waktunya” masing-masing. Pastikan untuk terus menghargai usahanya dan tidak terlalu banyak memberikan intervensi padanya agar ia terus semangat dalam mencoba hal-hal baru.

 

Penulis: Amelia Ajrina, S.Psi

Facebooktwitterredditpinterestlinkedinmail